Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein), trigliserida, atau penurunan kadar kolesterol HDL (High-Density Lipoprotein) dalam darah.
Sindrom Metabolik adalah sekumpulan faktor risiko metabolik yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik dan diabetes melitus tipe 2. Kondisi ini bukan suatu penyakit tunggal, melainkan konstelasi abnormalitas metabolik yang saling terkait.
Faktor risiko utama sindrom metabolik adalah resistensi insulin dan obesitas sentral. Faktor lainnya meliputi:
Pada dislipidemia, gangguan metabolisme lipid dapat terjadi pada berbagai tahap, mulai dari sintesis, transportasi, hingga katabolisme lipoprotein. Peningkatan LDL dan trigliserida, serta penurunan HDL, berkontribusi pada pembentukan plak aterosklerosis.
Pada sindrom metabolik, inti patofisiologinya adalah resistensi insulin. Sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin, menyebabkan pankreas memproduksi lebih banyak insulin (hiperinsulinemia kompensatorik). Resistensi insulin ini berkontribusi pada:
Baik dislipidemia maupun sindrom metabolik seringkali asimtomatik hingga terjadi komplikasi serius.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan profil lipid puasa (setelah puasa 9-12 jam):
Ditegakkan jika terdapat minimal 3 dari 5 kriteria berikut:
| Kriteria | Nilai Ambang Batas |
| Obesitas Sentral | Lingkar pinggang ≥90 cm (pria Asia), ≥80 cm (wanita Asia) |
| Trigliserida | ≥150 mg/dL atau sedang dalam terapi dislipidemia |
| Kolesterol HDL | <40 mg/dL (pria) atau <50 mg/dL (wanita) atau sedang dalam terapi dislipidemia |
| Tekanan Darah | Sistolik ≥130 mmHg atau Diastolik ≥85 mmHg atau sedang dalam terapi hipertensi |
| Glukosa Puasa | ≥100 mg/dL atau sedang dalam terapi diabetes |
Modifikasi gaya hidup adalah pilar utama tatalaksana dislipidemia dan sindrom metabolik.
Pemilihan obat disesuaikan dengan profil lipid dan risiko kardiovaskular pasien.
Tatalaksana sindrom metabolik berfokus pada penanganan masing-masing komponennya:
Komplikasi utama dislipidemia dan sindrom metabolik adalah peningkatan risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik dan diabetes melitus tipe 2.
Edukasi pasien sangat penting untuk keberhasilan tatalaksana jangka panjang.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi