Diseksi aorta adalah kondisi medis serius yang ditandai dengan robekan pada tunika intima (lapisan terdalam) aorta, memungkinkan darah masuk ke lapisan tunika media (lapisan tengah) dan memisahkan lapisan-lapisan dinding aorta. Pemisahan ini menciptakan lumen palsu (false lumen) di samping lumen sejati (true lumen) aorta.
Klasifikasi diseksi aorta sangat penting karena menentukan pendekatan tatalaksana. Dua sistem klasifikasi utama yang sering digunakan adalah:
| Klasifikasi | Keterangan | Lokasi | Tatalaksana Umum |
|---|---|---|---|
| Stanford Tipe A | Melibatkan aorta asendens, terlepas dari lokasi robekan intimal primer. | Aorta asendens (dengan/tanpa melibatkan arkus aorta atau aorta desendens) | Bedah emergensi |
| Stanford Tipe B | Tidak melibatkan aorta asendens, robekan intimal primer di aorta desendens (distal dari arteri subklavia kiri). | Aorta desendens | Medis (konservatif) atau endovaskular (TEVAR) |
| DeBakey Tipe I | Melibatkan aorta asendens, arkus aorta, dan aorta desendens. | Aorta asendens, arkus, desendens | Bedah emergensi |
| DeBakey Tipe II | Terbatas pada aorta asendens saja. | Aorta asendens | Bedah emergensi |
| DeBakey Tipe III | Terbatas pada aorta desendens (distal dari arteri subklavia kiri). | Aorta desendens | Medis (konservatif) atau endovaskular (TEVAR) |
Penyebab utama diseksi aorta adalah kondisi yang melemahkan dinding aorta. Faktor risiko meliputi:
Proses diseksi aorta dimulai dengan robekan pada tunika intima aorta. Robekan ini memungkinkan darah bertekanan tinggi dari lumen sejati masuk ke dalam tunika media.
Darah yang masuk kemudian memisahkan lapisan media, menciptakan dua lumen: lumen sejati (true lumen) dan lumen palsu (false lumen). Lumen palsu ini dapat meluas secara proksimal atau distal, mengompresi lumen sejati dan cabang-cabang aorta.
Kompresi atau oklusi cabang-cabang aorta dapat menyebabkan malperfusion organ, seperti iskemia miokard, stroke, iskemia ginjal, atau iskemia ekstremitas. Jika diseksi meluas hingga ke perikardium, dapat terjadi tamponade jantung, dan jika ruptur keluar dari aorta, dapat menyebabkan perdarahan masif dan kematian.
Gejala diseksi aorta bervariasi tergantung lokasi dan luasnya diseksi, namun yang paling khas adalah:
Diagnosis diseksi aorta memerlukan kecurigaan klinis yang tinggi dan konfirmasi pencitraan:
Tatalaksana diseksi aorta adalah keadaan darurat medis dan bedah, dengan tujuan utama mengontrol nyeri, menurunkan tekanan darah, dan mencegah ruptur atau malperfusion lebih lanjut.
Komplikasi diseksi aorta sangat serius dan dapat mengancam jiwa:
Prognosis diseksi aorta sangat tergantung pada lokasi diseksi dan kecepatan penanganan:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi