Diare akut pada anak didefinisikan sebagai buang air besar (BAB) dengan konsistensi lembek atau cair, frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam, dan berlangsung kurang dari 14 hari.
Dehidrasi adalah kondisi kekurangan cairan dan elektrolit dalam tubuh akibat kehilangan cairan yang berlebihan, yang merupakan komplikasi tersering dan paling berbahaya dari diare.
Penyebab diare akut pada anak sangat bervariasi, namun umumnya didominasi oleh infeksi:
Mekanisme terjadinya diare dapat dibagi menjadi beberapa jenis:
Gejala diare meliputi:
Tanda dan gejala dehidrasi bervariasi tergantung derajatnya, meliputi:
Diagnosis diare akut dan derajat dehidrasi ditegakkan berdasarkan:
Klasifikasi dehidrasi menurut WHO adalah panduan penting untuk tatalaksana:
| Tanda Klinis | Tanpa Dehidrasi | Dehidrasi Ringan/Sedang | Dehidrasi Berat |
| Kesadaran | Sadar, aktif | Gelisah, iritable | Letargis atau tidak sadar |
| Mata | Normal | Cekung | Sangat cekung |
| Air mata | Ada | Tidak ada | Tidak ada |
| Mulut/Lidah | Basah | Kering | Sangat kering |
| Rasa haus | Minum biasa | Haus, minum lahap | Malas minum atau tidak bisa minum |
| Turgor kulit | Kembali cepat | Kembali lambat ( | |
| Rencana Tatalaksana | Rencana A | Rencana B | Rencana C |
Pemeriksaan penunjang tidak rutin dilakukan pada semua kasus diare akut, namun diindikasikan pada kondisi tertentu:
Tatalaksana diare akut pada anak berpedoman pada 5 Pilar Tatalaksana Diare Anak (LINTAS DIARE) dari WHO:
Fokus utama adalah rehidrasi sesuai derajat dehidrasi:
Terapi Zinc:
Nutrisi:
Antibiotik:
Komplikasi yang dapat terjadi pada diare akut meliputi:
Edukasi kepada orang tua sangat penting:
Pencegahan diare meliputi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi