Riwayat Paparan Faktor Risiko Ini adalah elemen kunci dalam anamnesis. Faktor risiko utama meliputi:
Merokok (faktor risiko terbesar)
Paparan debu atau bahan kimia di lingkungan kerja
Asap dapur dari memasak dengan bahan bakar biomassa
Infeksi saluran pernapasan berulang di masa lalu
Kriteria diagnostik utama adalah nilai FEV₁/FVC (forced expiratory volume dalam 1 detik dibagi forced vital capacity):
Menurut GOLD (global standard): FEV₁/FVC < 70% menunjukkan obstruksi
Menurut penelitian Indonesia: FEV₁/FVC < 75% menunjukkan obstruksi
Klasifikasi keparahan berdasarkan FEV₁ % prediksi:
GOLD 1 (Ringan): FEV₁ ≥ 80% prediksi
GOLD 2 (Sedang): 50% ≤ FEV₁ < 80% prediksi
GOLD 3 (Berat): 30% ≤ FEV₁ < 50% prediksi
GOLD 4 (Sangat Berat): FEV₁ < 30% prediksi
Pada PPOK, respons bronkodilator minimal:
Peningkatan FEV₁ kurang dari 12%
DAN peningkatan absolut FEV₁ kurang dari 200 ml
Pemeriksaan Laboratorium
Analisis darah lengkap: Menilai ada tidaknya anemia atau peningkatan sel darah putih (infeksi sekunder)
Gas darah arteri: Menilai tingkat hipoksemia (\text{PaO}_2) dan hiperkapnia (\text{PaCO}_2), penting untuk keparahan dan kebutuhan oksigen
CRP (C-Reactive Protein): Menunjukkan adanya inflamasi atau infeksi akut
Foto Toraks Foto toraks PA (posteroanterior) dan lateral dapat menunjukkan:
Hiperinflasi: Dada berbentuk barrel (seperti tong)
Ruang retrosternal yang melebar: Tanda dari hiperinflasi
Diafragma mendatar: Biasanya melengkung, pada emfisema jadi datar karena paru terlalu mengembang
CT-Scan Resolusi Tinggi CT-scan (High Resolution CT atau HRCT) dapat:
Mendeteksi emfisema dini sebelum manifestasi klinis jelas
Menunjukkan pola bronkitis kronik (penebalan dinding bronkus)
Membantu mengidentifikasi PPOK heterogen (beberapa area lebih berat dari yang lain)
Asma
Aspek
Onset
PPOK
Gejala
Asma
Reversibilitas
FEV₁/FVC
Riwayat
GJK dapat meniru PPOK dengan gejala sesak napas dan batuk. Namun, ada perbedaan:
Temuan fisik: Pada GJK ditemukan ronki basal (bunyi seperti retak velcro di dasar paru-paru) dan edema paru
Spirometri: Menunjukkan pola restriksi (FVC rendah, FEV₁/FVC normal atau tinggi) bukan obstruksi
Imaging: Foto toraks menunjukkan kardiomegali dan infiltrat perihilar
Bronkiektasis
Sputum: Purulen dalam jumlah besar (berbeda dengan batuk PPOK biasa)
CT-scan: Menunjukkan bronkus melebar (diameter bronkus lebih besar dari pembuluh darah yang berdekatan), tidak dilihat pada PPOK murni
Riwayat: Sering ada riwayat infeksi paru berat sebelumnya atau penyakit sistemik
Tuberkulosis Paru
Foto toraks: Menunjukkan infiltrat (biasanya di lapang atas paru), bukan hiperinflasi
Konfirmasi mikologi: Pemeriksaan sputum untuk BTA (basil tahan asam) atau kultur
Gejala sistemik: Demam, berkeringat malam, penurunan berat badan lebih menonjol
Hasil spirometri: Bisa normal atau menunjukkan pola restriksi, bukan obstruksi khas PPOK
Ringkasan Pendekatan Diagnostik PPOK
Curigai PPOK jika ada sesak napas progresif, batuk kronik, riwayat paparan, dan usia > 40 tahun
Konfirmasi dengan spirometri yang menunjukkan FEV₁/FVC < 70% dan respons bronkodilator minimal
Tentukan keparahan menggunakan FEV₁ % prediksi
Gunakan pemeriksaan penunjang (darah, gas darah, foto toraks) untuk melengkapi assessment
Singkirkan penyakit lain melalui diferensial diagnosis yang cermat