Diabetes Insipidus (DI) adalah kelainan langka yang ditandai dengan ketidakmampuan ginjal untuk menghemat air, menyebabkan produksi urine yang sangat banyak (poliuria) dan rasa haus yang ekstrem (polidipsia).
Kondisi ini disebabkan oleh gangguan pada produksi atau fungsi hormon antidiuretik (ADH), juga dikenal sebagai vasopresin, yang berperan penting dalam regulasi keseimbangan cairan tubuh.
DI diklasifikasikan menjadi dua tipe utama berdasarkan penyebabnya:
Pada kondisi normal, ADH dilepaskan sebagai respons terhadap peningkatan osmolalitas plasma atau penurunan volume darah. ADH bekerja pada reseptor V2 di tubulus kolektivus ginjal, meningkatkan permeabilitas air dan memungkinkan reabsorpsi air kembali ke sirkulasi, sehingga urine menjadi pekat.
Kedua kondisi ini menyebabkan kehilangan air bebas yang berlebihan, yang jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, dapat menyebabkan dehidrasi dan hipernatremia.
Diagnosis DI didasarkan pada riwayat klinis, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium. Kunci diagnosis adalah membedakan DI dari polidipsia primer dan menentukan tipe DI.
Penting untuk membedakan DI dari kondisi lain yang menyebabkan poliuria dan polidipsia.
| Karakteristik | Diabetes Insipidus Sentral | Diabetes Insipidus Nefrogenik | Polidipsia Primer | Diabetes Mellitus |
|---|---|---|---|---|
| Penyebab | Defisiensi ADH | Resistensi ginjal terhadap ADH | Asupan cairan berlebihan | Defisiensi/resistensi insulin |
| Osmolalitas Plasma | Tinggi | Tinggi | Normal/Rendah | Normal/Tinggi |
| Natrium Serum | Tinggi | Tinggi | Normal/Rendah | Normal/Tinggi |
| Osmolalitas Urine (Basal) | Rendah | Rendah | Rendah | Tinggi (jika glukosuria) |
| Respons terhadap Desmopressin | Peningkatan osmolalitas urine >50% | Peningkatan osmolalitas urine | ||
| Kadar ADH Plasma | Rendah | Normal/Tinggi | Rendah | Normal |
| Glukosa Urine | Negatif | Negatif | Negatif | Positif |
Tatalaksana DI berfokus pada penggantian cairan dan mengatasi defisiensi atau resistensi ADH.
Tatalaksana DIN lebih menantang karena ginjal tidak merespons ADH.
Jika tidak ditatalaksana dengan baik, DI dapat menyebabkan komplikasi serius:
Prognosis DI bervariasi tergantung pada penyebab dan kepatuhan terhadap tatalaksana.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi