Desain penelitian adalah rencana atau struktur yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian secara valid dan efisien. Ini mencakup kerangka kerja yang memandu pengumpulan, pengukuran, dan analisis data. Pemilihan desain yang tepat sangat krusial untuk memastikan hasil penelitian akurat dan dapat digeneralisasi.
Secara garis besar, desain penelitian epidemiologi dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama:
Desain ini dibagi lagi menjadi deskriptif dan analitik:
Bertujuan untuk menggambarkan distribusi penyakit atau karakteristik kesehatan dalam populasi berdasarkan orang, tempat, dan waktu. Tidak mencari hubungan sebab-akibat.
Bertujuan untuk menguji hipotesis dan mencari hubungan sebab-akibat antara paparan dan penyakit.
Peneliti secara aktif mengintervensi atau memanipulasi satu atau lebih variabel dan mengamati efeknya.
| Karakteristik | Cross-sectional | Case-Control | Cohort | RCT |
| Arah Waktu | Sesaat (paparan & efek diukur bersamaan) | Retrospektif (dari efek ke paparan) | Prospektif (dari paparan ke efek) | Prospektif (dari intervensi ke efek) |
| Ukuran Asosiasi | Rasio Prevalensi, Prevalensi | Odds Ratio (OR) | Relative Risk (RR), Rasio Insiden | Relative Risk (RR), NNT, NNH |
| Kekuatan Bukti Kausalitas | Terlemah | Menengah | Kuat | Terkuat (Standar Emas) |
| Biaya & Waktu | Rendah, Cepat | Rendah, Cepat | Tinggi, Lama | Sangat Tinggi, Lama |
| Cocok untuk Penyakit Langka | Tidak efisien | Ya | Tidak efisien | Tidak efisien |
| Cocok untuk Paparan Langka | Tidak efisien | Tidak efisien | Ya | Ya (jika intervensi langka) |
| Potensi Bias | Bias seleksi, bias informasi | Recall bias, bias seleksi | Loss to follow-up, confounding | Loss to follow-up, blinding failure |

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi