Dermatitis: Atopik, Seboroik, dan Kontak

Dermatitis adalah salah satu keluhan kulit yang sering ditemui di praktik sehari-hari, dan sering keluar di UKMPPD, lho! Memahami perbedaan mendasar antara Dermatitis Atopik, Seboroik, dan Kontak sangat krusial untuk diagnosis dan tatalaksana yang tepat. Yuk, kuasai konsep kuncinya agar tidak tertukar dan siap menghadapi soal!

1. Dermatitis Atopik (DA)

Definisi: Penyakit kulit inflamasi kronis, residif, dengan pruritus hebat, yang berhubungan dengan atopi (kecenderungan genetik untuk mengembangkan alergi).

Etiologi & Faktor Risiko:

  • Genetik: Mutasi gen filaggrin (protein barier kulit) sering ditemukan.
  • Disfungsi barier kulit: Kulit kering dan permeabilitas meningkat.
  • Disregulasi imun: Respon imun Th2 yang dominan, peningkatan IgE.
  • Faktor lingkungan: Alergen (tungau debu, serbuk sari), iritan, infeksi.
  • Trias atopi: Dermatitis atopik, asma bronkial, dan rinitis alergi.

Patofisiologi: Interaksi kompleks antara disfungsi barier kulit, disregulasi imun (terutama sel Th2), dan faktor lingkungan. Kerusakan barier kulit mempermudah penetrasi alergen dan iritan, memicu respon inflamasi.

Manifestasi Klinis:

  • Pruritus: Gejala kardinal, sering memburuk di malam hari.
  • Morfologi & Distribusi Khas Usia:
    • Infantil (0-2 tahun): Eritema, papul, vesikel, eksudasi, krusta. Lokasi di wajah (pipi), ekstensor ekstremitas, kulit kepala.
    • Anak (2-12 tahun): Papul eritematosa, likenifikasi, ekskoriasi. Lokasi di lipatan fleksor (siku, lutut), leher, pergelangan tangan/kaki.
    • Dewasa (>12 tahun): Likenifikasi, papul, kulit kering. Lokasi di lipatan fleksor, tangan, kaki, wajah.
  • Xerosis (kulit kering): Sangat umum.

Penegakan Diagnosis: Klinis, berdasarkan kriteria Hanifin & Rajka (Kriteria Mayor: Pruritus, Morfologi dan lokasi khas, Dermatitis kronis/residif, Riwayat atopi; Kriteria Minor: Xerosis, Iktiosis, Peningkatan IgE serum, dll.).

Tatalaksana:

  • Non-Farmakologis:
    • Edukasi pasien dan keluarga.
    • Hindari pemicu (alergen, iritan, stres).
    • Mandi dengan air hangat, gunakan sabun pH netral.
    • Pelembap (emolien): Sangat penting, digunakan secara rutin dan setelah mandi.
  • Farmakologis:
    • Kortikosteroid topikal: Lini pertama, potensi disesuaikan usia dan lokasi.
    • Topical Calcineurin Inhibitors (TCI): Pimecrolimus, Tacrolimus (alternatif kortikosteroid, aman untuk jangka panjang).
    • Antihistamin: Untuk mengurangi gatal (sedatif untuk malam hari).
    • Antibiotik topikal/sistemik: Jika ada infeksi sekunder (misal, S. aureus).
    • Fototerapi (UVB): Untuk kasus sedang-berat.
    • Sistemik: Kortikosteroid oral, siklosporin, metotreksat, dupilumab (untuk kasus berat/refrakter).

2. Dermatitis Seboroik (DS)

Definisi: Penyakit kulit inflamasi kronis, residif, yang mempengaruhi area kaya kelenjar sebasea (berminyak) seperti kulit kepala, wajah, dan dada.

Etiologi & Faktor Risiko:

  • Jamur Malassezia spp.: Terutama M. globosa dan M. restricta, dianggap sebagai pemicu respon inflamasi.
  • Produksi sebum berlebih: Area seboroik.
  • Faktor genetik.
  • Faktor neurologis: Penyakit Parkinson, stroke.
  • Imunosupresi: HIV/AIDS, transplantasi organ.
  • Stres, kelelahan, perubahan hormonal.

Patofisiologi: Respon inflamasi terhadap kolonisasi dan produk metabolisme jamur Malassezia spp. di kulit yang kaya sebum, yang mengganggu barier kulit dan memicu kaskade inflamasi.

Manifestasi Klinis:

  • Eritema: Bercak kemerahan.
  • Skuama berminyak: Kekuningan, sering menempel.
  • Pruritus: Bervariasi, dari ringan hingga berat.
  • Lokasi Khas:
    • Kulit kepala: Ketombe (skuama kering/berminyak), eritema difus. Pada bayi disebut Cradle Cap.
    • Wajah: Alis, glabella, lipatan nasolabial, belakang telinga, janggut/kumis.
    • Dada: Sternum, lipatan payudara.
    • Lipatan: Aksila, inguinal.

Penegakan Diagnosis: Klinis, berdasarkan gambaran lesi dan lokasi khas.

Tatalaksana:

  • Antijamur topikal:
    • Shampo: Selenium sulfida, Zinc pirition (untuk kulit kepala).
    • Krim/gel: Ketokonazol 2%, Ciclopirox olamine.
  • Kortikosteroid topikal: Potensi rendah-sedang (hidrokortison, desonide) untuk mengurangi inflamasi dan gatal, digunakan jangka pendek.
  • Keratolitik: Asam salisilat (untuk skuama tebal).
  • Calcineurin Inhibitors topikal: Pimecrolimus, Tacrolimus (alternatif kortikosteroid).
  • Sistemik: Antijamur oral (itrakonazol, flukonazol) untuk kasus berat/refrakter.

3. Dermatitis Kontak (DK)

Definisi: Inflamasi kulit yang terjadi akibat kontak langsung dengan zat eksogen (iritan atau alergen).

Klasifikasi:

  • Dermatitis Kontak Iritan (DKI): Reaksi non-imunologis akibat kerusakan langsung barier kulit oleh zat iritan.
  • Dermatitis Kontak Alergi (DKA): Reaksi hipersensitivitas tipe IV (delayed-type) yang dimediasi sel T terhadap alergen.

Etiologi & Faktor Risiko:

  • DKI:
    • Zat iritan kuat: Asam kuat, basa kuat.
    • Zat iritan lemah: Sabun, deterjen, pelarut, air (paparan berulang).
    • Faktor pekerjaan: Petani, petugas kebersihan, tenaga medis.
  • DKA:
    • Nikel: Perhiasan, kancing.
    • Karet: Sarung tangan, sepatu.
    • Kosmetik: Parfum, pengawet.
    • Tanaman: Poison ivy, poison oak.
    • Obat topikal: Neomisin, benzokain.

Patofisiologi:

  • DKI: Zat iritan merusak keratinosit dan barier lipid kulit, memicu pelepasan mediator inflamasi.
  • DKA: Paparan pertama (sensitisasi) mengaktifkan sel T. Paparan berikutnya memicu reaksi inflamasi dalam 24-48 jam.

Manifestasi Klinis:

  • Akut: Eritema, edema, papul, vesikel, bula, erosi, eksudasi.
  • Kronis: Likenifikasi, skuama, fisura, hiperpigmentasi.
  • Gejala: Pruritus (lebih dominan di DKA), nyeri (lebih dominan di DKI), rasa terbakar.
  • Lokasi: Sesuai area kontak dengan zat penyebab.

Perbedaan Klinis DKI vs DKA:

FiturDermatitis Kontak Iritan (DKI)Dermatitis Kontak Alergi (DKA)
MekanismeNon-imunologis, kerusakan langsungImunologis, hipersensitivitas tipe IV
OnsetCepat (menit-jam)Lambat (24-48 jam setelah paparan ulang)
Gejala DominanNyeri, rasa terbakarGatal
Batas LesiSering tegas, sesuai area kontakBisa menyebar, batas kurang tegas
Riwayat PaparanBisa pada paparan pertamaMembutuhkan sensitisasi sebelumnya
IndividuHampir semua orang bisa terkenaHanya individu yang tersensitisasi

Penegakan Diagnosis:

  • Anamnesis: Riwayat kontak dengan zat tertentu, pekerjaan, hobi.
  • Pemeriksaan fisik: Lokasi dan morfologi lesi.
  • Patch Test (Uji Tempel): Standar emas untuk DKA. Menempelkan alergen standar pada kulit punggung selama 48 jam, lalu dievaluasi hasilnya.

Tatalaksana:

  • Identifikasi & Hindari Pemicu: Langkah terpenting.
  • Kortikosteroid topikal: Lini pertama untuk mengurangi inflamasi dan gatal.
  • Antihistamin: Untuk mengurangi gatal.
  • Pelembap: Untuk membantu perbaikan barier kulit.
  • Kompres basah: Untuk lesi eksudatif.
  • Sistemik: Kortikosteroid oral (prednison) untuk kasus berat atau luas.

Perbandingan Kunci Dermatitis

FiturDermatitis AtopikDermatitis SeboroikDermatitis Kontak IritanDermatitis Kontak Alergi
Etiologi UtamaGenetik, disfungsi barier, imun (Th2)Malassezia spp., sebum, imunosupresiZat iritan (kimia, fisik)Alergen (nikel, karet, kosmetik)
Lokasi KhasFleksor, wajah (bayi), tangan, kakiArea seboroik (kulit kepala, wajah, dada)Area kontak langsung dengan iritanArea kontak dengan alergen, bisa menyebar
Morfologi KhasPruritus, xerosis, likenifikasi (kronis), vesikel (akut)Skuama berminyak kekuningan, eritemaEritema, vesikel, bula, nyeriEritema, vesikel, bula, gatal
GatalSangat dominan, kardinalBervariasi, sering adaNyeri & rasa terbakar lebih dominanSangat dominan
PatofisiologiDisfungsi barier + disregulasi imun (Th2)Respon inflamasi terhadap MalasseziaKerusakan langsung barier kulitHipersensitivitas tipe IV
Uji PenunjangKlinis (Hanifin & Rajka)KlinisKlinis, riwayat paparanPatch test (uji tempel)
Tatalaksana KunciPelembap, KS topikal, TCIAntijamur topikal, KS topikalHindari iritan, KS topikalHindari alergen, KS topikal

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds