Luka bakar adalah jenis cedera pada jaringan tubuh yang disebabkan oleh panas, listrik, bahan kimia, radiasi, atau friksi. Kerusakan ini dapat bervariasi mulai dari cedera ringan pada lapisan kulit terluar hingga kerusakan parah yang melibatkan seluruh lapisan kulit dan jaringan di bawahnya.
Penilaian yang akurat terhadap derajat dan luas luka bakar sangat esensial untuk menentukan prognosis, rencana tatalaksana, dan kebutuhan resusitasi cairan, terutama pada kasus luka bakar luas.
Luka bakar diklasifikasikan berdasarkan kedalaman kerusakan jaringan. Pemahaman yang tepat tentang perbedaan derajat luka bakar sangat penting untuk penatalaksanaan yang optimal.
| Derajat | Lapisan Kulit Terdampak | Gambaran Klinis | Nyeri | Penyembuhan |
| Derajat I (Superficial) | Epidermis | Eritema (merah), kering, tidak ada bula. | Nyeri (+), sangat nyeri saat disentuh. | 3-6 hari, tanpa jaringan parut. |
| Derajat II (Partial Thickness) | ||||
| Superficial | Epidermis & Dermis bagian atas (papillary dermis) | Eritema, basah, bula (+), kapiler refill cepat. | Nyeri (+), sangat nyeri. | 7-21 hari, minimal jaringan parut. |
| Deep | Epidermis & Dermis bagian dalam (reticular dermis) | Pucat/merah muda, kering, bula (-), kapiler refill lambat/(-). | Nyeri (-)/minimal (ujung saraf rusak), tekan (+). | >21 hari, sering butuh skin graft, jaringan parut hipertrofik. |
| Derajat III (Full Thickness) | Epidermis, Dermis, Subkutan, dan/atau lebih dalam | Putih, abu-abu, coklat, hitam (eschar), kering, keras, tidak elastis, trombosis vena. | Nyeri (-), mati rasa (ujung saraf hancur). | Tidak sembuh spontan, butuh skin graft. |
Penilaian luas luka bakar sangat penting untuk menentukan kebutuhan resusitasi cairan pada pasien luka bakar (>15% TBSA pada dewasa, >10% TBSA pada anak).
Metode yang paling umum digunakan untuk dewasa adalah Rule of Nines (Aturan Sembilan). Metode ini membagi tubuh menjadi beberapa area, masing-masing merepresentasikan 9% atau kelipatannya dari Total Body Surface Area (TBSA).
Untuk anak-anak, proporsi tubuh berbeda, sehingga digunakan Bagan Lund-Browder yang lebih akurat karena memperhitungkan perubahan proporsi kepala dan ekstremitas seiring usia.
Metode Palm Method (Aturan Telapak Tangan) dapat digunakan untuk luka bakar yang tidak beraturan atau kecil. Telapak tangan pasien (termasuk jari-jari) dianggap mewakili sekitar 1% dari TBSA-nya.
Penilaian yang akurat terhadap derajat dan luas luka bakar memiliki implikasi klinis yang signifikan:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi