Demensia adalah sindrom klinis yang ditandai oleh penurunan fungsi kognitif yang progresif dan persisten, mencakup setidaknya dua domain kognitif (misalnya memori, bahasa, fungsi eksekutif, atensi, atau visuospasial), yang cukup berat hingga mengganggu aktivitas hidup sehari-hari (ADL) dan bukan merupakan bagian normal dari penuaan.
Kondisi ini bersifat irreversibel pada sebagian besar kasus, meskipun ada beberapa penyebab demensia yang berpotensi reversibel jika ditangani dengan cepat.
Penyebab demensia sangat beragam, namun yang paling umum adalah penyakit degeneratif otak. Berikut adalah klasifikasi demensia berdasarkan etiologinya:
Patofisiologi demensia bervariasi tergantung etiologi:
Gejala demensia berkembang secara progresif dan melibatkan berbagai domain. Penting untuk membedakan antara perubahan kognitif normal terkait usia dengan demensia.
Diagnosis demensia ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, status mental, dan pemeriksaan penunjang. Kriteria diagnostik yang umum digunakan adalah DSM-5 atau ICD-10.
Pemeriksaan penunjang bertujuan untuk menyingkirkan penyebab demensia yang reversibel dan membantu mengidentifikasi etiologi spesifik.
Penting untuk membedakan demensia dari kondisi lain yang dapat menyerupai penurunan kognitif, terutama Delirium dan Depresi (sering disebut sebagai '3D' dalam psikiatri).
| Fitur | Demensia | Delirium | Depresi |
|---|---|---|---|
| Onset | Insidious, bertahap | Akut, mendadak (jam-hari) | Bertahap (minggu-bulan) |
| Perjalanan Penyakit | Progresif, kronis | Berfluktuasi, akut, reversibel | Kronis, episodik, reversibel |
| Kesadaran | Jernih, normal | Berfluktuasi, terganggu (turun/naik) | Jernih |
| Atensi | Normal atau sedikit terganggu | Sangat terganggu, tidak dapat fokus | Dapat terganggu (sulit konsentrasi) |
| Orientasi | Terganggu seiring progresivitas | Sering terganggu | Umumnya intak |
| Memori | Gangguan memori jangka pendek > jangka panjang | Gangguan memori baru | Gangguan memori (sering 'tidak ingin' mengingat) |
| Psikomotor | Normal atau apati/agitasi | Hiperaktif/hipoaktif/campuran | Retardasi/agitasi psikomotor |
| Halusinasi | Jarang (kecuali DLB), biasanya visual | Sering, visual, auditorik | Jarang, biasanya delusi |
| Penyebab | Penyakit otak degeneratif/struktural | Penyakit fisik akut, obat-obatan | Gangguan mood primer |
| Prognosis | Umumnya progresif, ireversibel | Potensi reversibel jika penyebab diatasi | Potensi reversibel dengan terapi |
Tatalaksana demensia bersifat multidisiplin, berfokus pada manajemen gejala, memperlambat progresivitas (jika mungkin), dan meningkatkan kualitas hidup pasien serta pengasuh.
Komplikasi demensia seringkali berhubungan dengan progresivitas penyakit dan penurunan fungsional.
Edukasi dan pencegahan memainkan peran penting dalam manajemen demensia.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi