Demam ruam pada anak adalah keluhan umum yang memerlukan pendekatan sistematis.
Anamnesis yang cermat sangat penting untuk mempersempit diagnosis banding. Fokus pada:
Perhatikan tanda vital dan status umum anak untuk menilai kegawatan.
Fokus pemeriksaan:
Identifikasi jenis ruam sangat membantu diagnosis:
Perhatikan juga distribusi ruam (sentripetal, sentrifugal, dimulai dari wajah, ekstremitas, dll.).
Penyebab demam ruam pada anak sangat bervariasi, meliputi infeksi virus, bakteri, hingga reaksi alergi.
Berikut adalah perbandingan beberapa demam ruam yang sering ditemui dan penting untuk UKMPPD:
| Karakteristik | Campak (Morbilli) | Rubella (Campak Jerman) | Varicella (Cacar Air) | Roseola Infantum | Eritema Infeksiosum | Demam Scarlet |
| Etiologi | Morbillivirus | Rubivirus | Varicella-Zoster Virus | HHV-6, HHV-7 | Parvovirus B19 | Streptococcus pyogenes |
| Pola Demam | Tinggi, mendahului ruam | Ringan/subfebris, bersamaan/setelah ruam | Ringan-sedang, bersamaan dengan ruam | Tinggi mendadak, turun saat ruam muncul | Ringan/tidak ada | Tinggi, mendahului ruam |
| Ruam | Makulopapular eritematosa, dimulai dari belakang telinga/wajah, menyebar sentrifugal ke tubuh, konfluen. | Makulopapular halus, dimulai dari wajah, menyebar cepat ke tubuh, tidak konfluen. | Makula → papula → vesikel → pustula → krusta (polimorfik), dimulai dari badan/wajah, menyebar sentrifugal. Gatal. | Makulopapular, rose-pink, muncul setelah demam turun, pada badan. | "Slapped cheek" (eritema di pipi), lalu ruam lace-like di ekstremitas. | Eritematosa, "sandpaper-like" (kulit kasar), dimulai di leher/dada, menyebar ke tubuh. Pucat perioral. |
| Gejala Lain | Batuk, pilek, konjungtivitis (3C), Koplik spot. | Limfadenopati (postaurikular, oksipital, servikal). | Malaise, anoreksia. | Iritabilitas, kadang diare ringan. | Nyeri sendi (remaja), malaise. | Faringitis, strawberry tongue, Pastia's lines. |
| Komplikasi | Pneumonia, ensefalitis, otitis media. | Artritis, ensefalitis (jarang). Sindrom Rubella Kongenital pada ibu hamil. | Infeksi sekunder bakteri, ensefalitis, pneumonia. | Kejang demam. | Anemia aplastik transien (pada pasien dengan gangguan hematologi). | Demam reumatik, glomerulonefritis post-streptokokus. |
Pemeriksaan penunjang umumnya tidak rutin dilakukan untuk demam ruam viral yang khas dan ringan.
Indikasi pemeriksaan:
Sebagian besar demam ruam viral bersifat self-limiting dan tatalaksana bersifat suportif.
Tatalaksana spesifik akan bergantung pada diagnosis etiologi (mis. Antibiotik untuk Demam Scarlet, Acyclovir untuk Varicella berat).
Waspadai tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera atau rujukan:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi