Delirium adalah sindrom gangguan kesadaran akut yang fluktuatif, disertai perubahan kognitif yang terjadi dalam waktu singkat dan cenderung berfluktuasi sepanjang hari.
Demensia adalah sindrom penurunan fungsi kognitif yang progresif dan menetap, yang cukup parah hingga mengganggu aktivitas hidup sehari-hari. Kondisi ini bukan merupakan bagian normal dari proses penuaan.
Penyebabnya multifaktorial dan seringkali reversibel jika penyebab dasar diatasi. Contohnya:
Penyebabnya bervariasi, seringkali ireversibel dan progresif. Contohnya:
Delirium: Melibatkan disregulasi neurotransmiter (terutama defisiensi asetilkolin dan kelebihan dopamin) serta gangguan pada jaringan saraf difus akibat stresor akut. Terjadi kegagalan integrasi informasi dari berbagai area otak.
Demensia: Umumnya disebabkan oleh kerusakan neuronal progresif dan kematian sel otak. Pada Alzheimer, terjadi akumulasi protein amiloid beta dan protein tau. Demensia vaskular melibatkan kerusakan otak akibat iskemia kronis atau infark multipel.
| Kriteria | Delirium | Demensia |
|---|---|---|
| Onset | Akut (jam hingga hari) | Insidious/perlahan (bulan hingga tahun) |
| Perjalanan Penyakit | Fluktuatif (membaik/memburuk dalam sehari) | Progresif, relatif stabil dalam sehari |
| Durasi | Pendek (hari hingga minggu), sering reversibel | Panjang (bulan hingga tahun), umumnya ireversibel |
| Kesadaran | Terganggu (berubah-ubah, bisa hiperalert/hipoalert) | Jernih, tidak terganggu hingga stadium lanjut |
| Perhatian | Sangat terganggu, sulit fokus dan mempertahankan perhatian | Terganggu di stadium lanjut, relatif intak di awal |
| Orientasi | Sering terganggu (waktu, tempat, orang) | Terganggu di stadium lanjut, intak di awal |
| Memori | Gangguan memori jangka pendek dan baru | Gangguan memori jangka pendek dan baru, kemudian jangka panjang |
| Bahasa | Bisa terganggu (inkohere, disartria, anomia) | Mencari kata, anomia di awal; afasia di lanjut |
| Persepsi | Sering halusinasi (visual) atau ilusi | Jarang halusinasi di awal, bisa di lanjut (Lewy body) |
| Psikomotor | Bisa hiperaktif (agitasi) atau hipoaktif (letargi) | Normal atau bradikinesia |
| Mood | Labil, cemas, takut, iritabel | Depresi, apati, iritabel |
| Prognosis | Sering reversibel jika penyebab diatasi | Progresif dan ireversibel |
Delirium:
Demensia:
Delirium: Dilakukan untuk mencari penyebab dasar yang dapat diobati.
Demensia: Dilakukan untuk menyingkirkan penyebab reversibel atau mengidentifikasi jenis demensia.
Tatalaksana Delirium: Fokus pada identifikasi dan eliminasi penyebab dasar.
Tatalaksana Demensia: Bertujuan untuk mengelola gejala dan memperlambat progresivitas.
Delirium: Peningkatan risiko mortalitas, lama rawat di rumah sakit, dan disabilitas fungsional jangka panjang. Meskipun sering reversibel, dapat meninggalkan defisit kognitif persisten atau mempercepat progresivitas demensia pada pasien yang sudah memiliki demensia sebelumnya.
Demensia: Progresif dan umumnya ireversibel. Komplikasi meliputi peningkatan ketergantungan, risiko jatuh, malnutrisi, infeksi (pneumonia aspirasi, ISK), dan depresi. Prognosis tergantung pada jenis demensia dan ada tidaknya komorbiditas.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi