Delirium adalah sindrom neuropsikiatri akut yang ditandai oleh gangguan kesadaran dan kognisi yang terjadi secara tiba-tiba dan berfluktuasi. Ini bukan penyakit, melainkan manifestasi dari kondisi medis lain yang mendasari.
Sering disebut juga sebagai acute confusional state atau acute brain failure.
Delirium memiliki banyak penyebab (multifaktorial) dan seringkali merupakan interaksi antara faktor predisposisi dan presipitasi.
Patofisiologi delirium belum sepenuhnya dipahami, namun melibatkan gangguan neurotransmitter dan respons inflamasi.
Gejala delirium bersifat fluktuatif, memburuk di malam hari, dan sangat bervariasi antar individu.
Diagnosis delirium adalah diagnosis klinis berdasarkan kriteria diagnostik, seperti DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition).
Alat skrining yang sering digunakan adalah Confusion Assessment Method (CAM). CAM membutuhkan empat fitur untuk diagnosis delirium:
Delirium ditegakkan jika ada fitur 1 DAN 2, DITAMBAH salah satu dari fitur 3 ATAU 4.
Pemeriksaan penunjang tidak mendiagnosis delirium, tetapi membantu mengidentifikasi etiologi yang mendasari.
Penting untuk membedakan delirium dari kondisi lain dengan gejala serupa.
| Fitur | Delirium | Demensia | Depresi |
| Onset | Akut (jam-hari) | Insidious (bulan-tahun) | Subakut (minggu-bulan) |
| Perjalanan | Fluktuatif, memburuk malam hari | Progresif, stabil | Stabil, memburuk pagi hari |
| Kesadaran | Berubah (berfluktuasi) | Jernih (normal) | Jernih (normal) |
| Perhatian | Sangat terganggu | Awalnya normal, lalu terganggu | Bisa terganggu (pseudo-demensia) |
| Kognisi | Gangguan global, sering disorientasi | Gangguan memori, afasia, apraksia, agnosia | Gangguan konsentrasi, pesimisme |
| Halusinasi | Sering (visual, auditorik) | Jarang (biasanya pada tahap lanjut) | Jarang |
| Psikomotor | Hiperaktif, hipoaktif, atau campuran | Sering normal, kadang agitasi/apatis | Retardasi atau agitasi |
| Prognosis | Potensi reversibel jika penyebab diatasi | Progresif, ireversibel | Reversibel dengan pengobatan |
Tatalaksana delirium berfokus pada identifikasi dan penanganan penyebab yang mendasari, serta manajemen gejala.
Delirium dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.
Prognosis delirium sangat bervariasi dan tergantung pada penyebab yang mendasari, keparahan, dan kecepatan penanganan.
Sebagian besar kasus delirium dapat sembuh sepenuhnya jika penyebabnya dapat diidentifikasi dan diobati secara efektif.
Namun, pada pasien lanjut usia atau dengan komorbiditas berat, delirium dapat berkepanjangan atau menyebabkan penurunan kognitif permanen.
Edukasi pasien dan keluarga sangat penting untuk mengenali tanda-tanda awal dan berpartisipasi dalam perawatan.
Pencegahan meliputi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi