Defisit neurologis adalah gangguan fungsi pada sistem saraf pusat atau perifer yang menyebabkan hilangnya atau menurunnya kemampuan normal seseorang.
Gangguan ini dapat bersifat sementara (transien) atau permanen, dan dapat memengaruhi berbagai aspek fungsi tubuh, mulai dari motorik, sensorik, kognitif, hingga otonom.
Defisit neurologis dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang merusak atau mengganggu fungsi sistem saraf. Beberapa penyebab umum meliputi:
Manifestasi defisit neurologis sangat bervariasi tergantung lokasi dan luasnya lesi. Beberapa contoh manifestasi yang sering ditemukan:
Penegakan diagnosis defisit neurologis dimulai dengan anamnesis yang cermat dan pemeriksaan fisik neurologis yang sistematis.
Pada anamnesis, fokus pada onset (akut, subakut, kronis), progresivitas (progresif, remitting-relapsing), lokasi defisit, dan gejala penyerta (nyeri kepala, demam, kejang, mual/muntah).
Pemeriksaan fisik neurologis harus mencakup evaluasi status mental, saraf kranial, sistem motorik, sistem sensorik, refleks, koordinasi, dan gaya berjalan.
Pemeriksaan penunjang dipilih berdasarkan kecurigaan klinis dari anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Tatalaksana defisit neurologis berfokus pada penanganan penyebab dasar, terapi suportif, dan rehabilitasi.
Topik defisit neurologis sangat krusial dalam UKMPPD karena sering menjadi inti dari skenario kasus neurologi.
Kemampuan Anda untuk mengidentifikasi defisit, melokalisasi lesi, menentukan etiologi yang mungkin, dan merencanakan pemeriksaan serta tatalaksana awal akan diuji secara komprehensif. Kuasai konsep ini untuk sukses di ujian!

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi