Crystal Arthropathy: Gout & Pseudogout

Nyeri sendi hebat tiba-tiba? Hati-hati, bisa jadi kristal-kristal 'nakal' sedang menyerang sendi pasienmu! Crystal arthropathy, khususnya gout dan pseudogout, seringkali jadi jebakan di UKMPPD karena manifestasi klinisnya yang mirip namun tatalaksananya berbeda. Yuk, kuasai perbedaan esensialnya agar kamu siap menghadapi soal-soal sulit!

Definisi

Crystal arthropathy adalah kelompok penyakit radang sendi yang disebabkan oleh deposisi kristal mikroskopis di dalam atau di sekitar sendi, memicu respons inflamasi.

  • Gout (Pirai): Disebabkan oleh deposisi kristal monosodium urate (MSU) akibat hiperurisemia.
  • Pseudogout (Chondrocalcinosis / Calcium Pyrophosphate Deposition Disease - CPPD): Disebabkan oleh deposisi kristal calcium pyrophosphate dihydrate (CPPD).

Etiologi & Patofisiologi

Gout

  • Etiologi: Hiperurisemia (peningkatan kadar asam urat dalam darah) yang bisa disebabkan oleh:
    • Overproduksi asam urat: Sindrom Lesch-Nyhan, keganasan, psoriasis, konsumsi purin tinggi.
    • Under-ekskresi asam urat: Gagal ginjal, penggunaan diuretik tiazid, siklosporin.
  • Patofisiologi: Kristal MSU terbentuk ketika kadar asam urat melebihi batas kelarutannya di cairan sinovial. Kristal ini difagosit oleh makrofag dan neutrofil, memicu pelepasan mediator inflamasi yang menyebabkan serangan akut.

Pseudogout

  • Etiologi: Peningkatan produksi atau penurunan degradasi pirofosfat anorganik. Sering dikaitkan dengan:
    • Usia lanjut.
    • Trauma sendi sebelumnya.
    • Kondisi metabolik lain: Hemokromatosis, hipomagnesemia, hipofosfatasia, hipotiroidisme, hiperparatiroidisme.
  • Patofisiologi: Kristal CPPD terbentuk dan mengendap di kartilago sendi, memicu respons inflamasi mirip gout.

Tabel Perbandingan: Gout vs. Pseudogout

KriteriaGout (Pirai)Pseudogout (CPPD)
Jenis KristalMonosodium Urate (MSU)Calcium Pyrophosphate Dihydrate (CPPD)
Morfologi KristalBentuk jarum, refringensi negatif kuat (strongly negative birefringence)Bentuk batang atau romboid, refringensi positif lemah (weakly positive birefringence)
Lokasi Sendi TerseringMetatarsofalangeal pertama (MTP-1) / jempol kaki (podagra), pergelangan kaki, lututLutut, pergelangan tangan, bahu, sendi panggul
Usia OnsetUmumnya >30 tahun (pria), >60 tahun (wanita)Umumnya >60 tahun
Faktor RisikoHiperurisemia, alkohol, purin tinggi, diuretik, obesitas, penyakit ginjalUsia tua, trauma sendi, hiperparatiroidisme, hemokromatosis, hipomagnesemia
Gambaran RadiologiErosi 'punched-out' dengan overhanging edge, tofi (kronis)Kalsifikasi kartilago (chondrocalcinosis), terutama meniskus lutut atau diskus intervertebralis
Penegakan DiagnosisAspirasi cairan sinovial: kristal MSUAspirasi cairan sinovial: kristal CPPD
Tatalaksana AkutNSAID, kolkisin, kortikosteroidNSAID, kolkisin, kortikosteroid intra-artikular
Tatalaksana Jangka PanjangObat penurun asam urat (Allopurinol, Febuxostat, Probenesid), diet rendah purinTidak ada terapi spesifik untuk menurunkan CPPD; tatalaksana penyakit penyerta

Tatalaksana Umum

Serangan Akut

  • Non-Farmakologis: Istirahat sendi, kompres dingin.
  • Farmakologis:
    • NSAID (misalnya Indometasin, Naproxen): Lini pertama, efektif mengurangi inflamasi dan nyeri.
    • Kolkisin: Efektif bila diberikan dalam 24-36 jam pertama onset.
    • Kortikosteroid (oral atau intra-artikular): Alternatif bila NSAID/kolkisin kontraindikasi atau tidak efektif.

Pencegahan (untuk Gout)

  • Non-Farmakologis:
    • Modifikasi gaya hidup: Diet rendah purin, hindari alkohol (terutama bir), kurangi fruktosa, jaga berat badan ideal, hidrasi cukup.
  • Farmakologis (Terapi Penurun Asam Urat / Urate-Lowering Therapy - ULT):
    • Allopurinol: Penghambat xanthine oxidase, mengurangi produksi asam urat.
    • Febuxostat: Penghambat xanthine oxidase non-purin, alternatif allopurinol.
    • Probenesid: Urikosurik, meningkatkan ekskresi asam urat melalui ginjal (kontraindikasi pada pasien dengan riwayat batu ginjal).
  • Indikasi ULT: Serangan gout berulang, tofi, kerusakan sendi radiologis, atau nefrolitiasis urat.

Komplikasi

Gout

  • Tofi: Deposisi kristal MSU di jaringan lunak (misalnya daun telinga, bursa olekranon, tendon Achilles), bisa menyebabkan deformitas dan kerusakan sendi.
  • Nefropati urat: Kerusakan ginjal akibat deposisi kristal MSU di tubulus ginjal.
  • Batu ginjal: Batu asam urat.
  • Kerusakan sendi ireversibel: Akibat serangan berulang yang tidak tertangani.

Pseudogout

  • Osteoartritis sekunder: Kerusakan kartilago akibat deposisi kristal CPPD.
  • Kerusakan sendi ireversibel: Terutama pada sendi yang sering terkena.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds