Creeping Eruption atau Larva Migrans Kutaneus (LMK) adalah dermatosis parasitik yang disebabkan oleh invasi dan migrasi larva cacing tambang hewan (biasanya anjing atau kucing) ke dalam kulit manusia. Larva ini tidak dapat menyelesaikan siklus hidupnya di tubuh manusia, sehingga hanya akan bermigrasi secara superfisial di epidermis dan dermis.
Penyebab utama LMK adalah larva cacing tambang hewan, yang paling sering adalah:
Larva infektif (filariform) masuk ke kulit melalui folikel rambut, celah kulit, atau langsung menembus stratum korneum.
Beberapa kondisi meningkatkan risiko seseorang terkena Creeping Eruption:
Larva filariform dari cacing tambang hewan menembus kulit manusia. Karena manusia bukan hospes definitif, larva tidak dapat menembus lamina basalis dan mencapai sirkulasi darah. Larva kemudian bermigrasi secara horizontal di antara stratum basale dan stratum spinosum epidermis, atau di dermis superfisial.
Migrasi larva ini memicu respons imun dan inflamasi lokal, yang bermanifestasi sebagai lesi eritematosa, pruritus, dan jejak khas. Larva biasanya bermigrasi beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter per hari.
Gambaran klinis Creeping Eruption sangat khas:
Diagnosis Creeping Eruption sebagian besar bersifat klinis, berdasarkan:
Pemeriksaan penunjang seperti biopsi kulit jarang diperlukan karena lesi sangat khas dan penemuan larva sangat sulit. Eosinofilia perifer mungkin ditemukan pada kasus yang luas atau persisten.
Tatalaksana bertujuan untuk membunuh larva dan meredakan gejala.
Meskipun Creeping Eruption umumnya jinak dan sembuh spontan dalam beberapa minggu hingga bulan, komplikasi dapat terjadi:
Edukasi pasien dan tindakan pencegahan sangat penting untuk menghindari infeksi berulang:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi