Cor Pulmonale adalah pembesaran dan/atau gagal jantung ventrikel kanan (right ventricular hypertrophy and/or failure) yang disebabkan oleh penyakit yang memengaruhi struktur dan fungsi paru-paru atau pembuluh darah paru.
Kondisi ini tidak termasuk gagal jantung kanan yang disebabkan oleh penyakit jantung kiri kongenital atau didapat.
Penyebab utama Cor Pulmonale adalah hipertensi pulmonal yang timbul akibat gangguan pada sistem pernapasan. Berikut adalah beberapa penyebab umum:
Proses terjadinya Cor Pulmonale berawal dari gangguan pada paru yang menyebabkan peningkatan resistensi vaskular paru (pulmonary vascular resistance) dan hipertensi pulmonal. Berikut adalah urutannya:
Gejala Cor Pulmonale seringkali tidak spesifik dan tumpang tindih dengan penyakit paru yang mendasarinya. Gejala biasanya muncul saat gagal jantung kanan sudah terjadi.
Diagnosis Cor Pulmonale memerlukan kombinasi evaluasi klinis, pemeriksaan penunjang, dan identifikasi penyakit paru yang mendasari.
Penting untuk membedakan Cor Pulmonale dari kondisi lain yang juga dapat menyebabkan gagal jantung kanan atau gejala serupa:
| Kondisi | Perbedaan Kunci |
|---|---|
| Gagal Jantung Kiri | Penyebab utama adalah disfungsi ventrikel kiri. Seringkali disertai tanda kongesti paru (rales, ortopnea, PND). Dapat menyebabkan gagal jantung kanan sekunder (bukan Cor Pulmonale). |
| Penyakit Jantung Bawaan | Defek struktural jantung sejak lahir (misalnya defek septum atrium/ventrikel) yang menyebabkan shunt dan hipertensi pulmonal. Riwayat sejak kecil. |
| Kardiomiopati Primer | Penyakit otot jantung yang tidak disebabkan oleh penyakit paru atau hipertensi. |
| Penyakit Katup Jantung | Stenosis trikuspid, regurgitasi trikuspid primer, atau stenosis pulmonal yang menyebabkan beban ventrikel kanan. |
| Emboli Paru Akut | Onset akut, seringkali tanpa riwayat penyakit paru kronis sebelumnya, meskipun dapat menyebabkan Cor Pulmonale jika berulang. |
Tatalaksana Cor Pulmonale berfokus pada penanganan penyakit paru yang mendasari, mengurangi beban kerja ventrikel kanan, dan mengelola gejala gagal jantung kanan.
Prognosis Cor Pulmonale sangat bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasari, tingkat keparahan hipertensi pulmonal, respons terhadap terapi, dan komplikasi yang terjadi. Secara umum, kehadiran Cor Pulmonale menunjukkan stadium lanjut dari penyakit paru dan seringkali dikaitkan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas.
Terapi oksigen jangka panjang telah terbukti meningkatkan kelangsungan hidup pada pasien dengan PPOK dan hipoksemia kronis.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi