Cleft Lip Palate (CLP) atau Labiopalatoskisis adalah kelainan kongenital yang terjadi akibat kegagalan fusi struktur wajah dan oral pada masa perkembangan embrionik. Kegagalan fusi ini dapat melibatkan bibir (cheiloschisis), palatum (palatoschisis), atau kombinasi keduanya (cheilognathopalatoschisis).
Etiologi CLP bersifat multifaktorial, melibatkan interaksi kompleks antara faktor genetik dan lingkungan.
Klasifikasi CLP dapat dibagi berdasarkan lokasi dan tingkat keparahan:
Manifestasi klinis CLP sangat bervariasi tergantung jenis dan tingkat keparahan celah:
Tatalaksana CLP bersifat multidisiplin dan berkelanjutan, melibatkan dokter bedah plastik, dokter gigi ortodontis, terapis wicara, THT, pediatri, dan psikolog.
Waktu operasi sangat penting dan mengikuti tahapan tertentu:
| Tindakan Bedah | Waktu Optimal | Tujuan |
|---|---|---|
| Cheiloplasty (Perbaikan Celah Bibir) | 3-6 bulan (mengikuti Rule of 10s: usia >10 minggu, berat >10 pon, Hb >10 g/dL) | Memperbaiki kontinuitas bibir, fungsi sfingter orbikularis oris, dan estetika. |
| Palatoplasty (Perbaikan Celah Palatum) | 9-18 bulan (sebelum anak mulai belajar bicara) | Menutup celah palatum, memisahkan rongga mulut dan hidung, serta memungkinkan perkembangan bicara yang normal. |
| Alveolar Bone Graft (ABG) | 8-12 tahun (sebelum erupsi gigi kaninus permanen) | Menutup celah pada lengkung alveolar dengan cangkok tulang, mendukung erupsi gigi, dan stabilitas ortodontik. |
| Revisi Rhinoplasty | Remaja/Dewasa | Memperbaiki deformitas hidung residual. |
| Pharyngoplasty | Jika ada insufisiensi velofaringeal persisten setelah palatoplasty. | Meningkatkan fungsi velofaringeal untuk bicara. |
Komplikasi yang dapat terjadi pada pasien CLP, baik akibat kondisi itu sendiri maupun pasca-tatalaksana:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi