Etiologi AKI dapat dibagi menjadi tiga kategori utama:
Klasifikasi AKI berdasarkan kriteria KDIGO (Kidney Disease: Improving Global Outcomes) adalah standar emas untuk diagnosis dan penentuan derajat keparahan AKI, yang didasarkan pada perubahan kreatinin serum dan produksi urine.
| Stadium | Kreatinin Serum | Produksi Urine |
| Stadium 1 | Peningkatan 1.5-1.9 kali dari nilai dasar ATAU peningkatan ≥0.3 mg/dL (≥26.5 µmol/L) dalam 48 jam | <0.5 mL/kg/jam selama >6-12 jam |
| Stadium 2 | Peningkatan 2.0-2.9 kali dari nilai dasar | <0.5 mL/kg/jam selama >12 jam |
| Stadium 3 | Peningkatan ≥3.0 kali dari nilai dasar ATAU kreatinin serum ≥4.0 mg/dL (≥353.6 µmol/L) ATAU inisiasi terapi pengganti ginjal (RRT) ATAU pada pasien <18 tahun, penurunan GFR menjadi <35 mL/min/1.73 m² | <0.3 mL/kg/jam selama >24 jam ATAU anuria selama >12 jam |
Catatan: Nilai dasar kreatinin serum adalah nilai kreatinin terendah dalam 3 bulan terakhir. Jika tidak diketahui, gunakan nilai kreatinin saat masuk rumah sakit sebagai nilai dasar.
Gejala AKI sangat bervariasi tergantung pada penyebab, derajat keparahan, dan kecepatan timbulnya. Beberapa manifestasi umum meliputi:
Tatalaksana AKI berfokus pada identifikasi dan koreksi penyebab, serta penanganan komplikasi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi