Cedera Ginjal Akut (AKI)

AKI itu kondisi serius lho, sering banget jadi komplikasi di berbagai penyakit dan butuh penanganan cepat. Apa sih bedanya AKI dengan CKD? Bagaimana cara kita mendiagnosis dan mengklasifikasikannya? Yuk, pahami konsep penting AKI, terutama kriteria KDIGO yang sering keluar di UKMPPD, agar kamu bisa jadi dokter yang cekatan!

Definisi

Cedera Ginjal Akut (AKI) adalah penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara mendadak (dalam hitungan jam hingga hari), ditandai dengan peningkatan kadar kreatinin serum dan/atau penurunan produksi urine, yang menyebabkan kegagalan ginjal untuk mempertahankan homeostasis.

Etiologi

Etiologi AKI dapat dibagi menjadi tiga kategori utama:

  • Prerenal: Disebabkan oleh penurunan perfusi ginjal tanpa kerusakan parenkim ginjal. Ini adalah penyebab AKI paling umum.
  • Intrarenal (Parenkim): Disebabkan oleh kerusakan langsung pada struktur ginjal (glomerulus, tubulus, interstisium, atau vaskular).
  • Postrenal (Obstruktif): Disebabkan oleh obstruksi aliran urine di saluran kemih mana pun dari ginjal hingga uretra.

Klasifikasi AKI (KDIGO Criteria)

Klasifikasi AKI berdasarkan kriteria KDIGO (Kidney Disease: Improving Global Outcomes) adalah standar emas untuk diagnosis dan penentuan derajat keparahan AKI, yang didasarkan pada perubahan kreatinin serum dan produksi urine.

StadiumKreatinin SerumProduksi Urine
Stadium 1Peningkatan 1.5-1.9 kali dari nilai dasar ATAU peningkatan ≥0.3 mg/dL (≥26.5 µmol/L) dalam 48 jam<0.5 mL/kg/jam selama >6-12 jam
Stadium 2Peningkatan 2.0-2.9 kali dari nilai dasar<0.5 mL/kg/jam selama >12 jam
Stadium 3Peningkatan ≥3.0 kali dari nilai dasar ATAU kreatinin serum ≥4.0 mg/dL (≥353.6 µmol/L) ATAU inisiasi terapi pengganti ginjal (RRT) ATAU pada pasien <18 tahun, penurunan GFR menjadi <35 mL/min/1.73 m²<0.3 mL/kg/jam selama >24 jam ATAU anuria selama >12 jam

Catatan: Nilai dasar kreatinin serum adalah nilai kreatinin terendah dalam 3 bulan terakhir. Jika tidak diketahui, gunakan nilai kreatinin saat masuk rumah sakit sebagai nilai dasar.

Manifestasi Klinis

Gejala AKI sangat bervariasi tergantung pada penyebab, derajat keparahan, dan kecepatan timbulnya. Beberapa manifestasi umum meliputi:

  • Penurunan produksi urine (oliguria/anuria): Paling sering menjadi tanda awal.
  • Edema: Akibat retensi cairan (misalnya, edema perifer, edema paru).
  • Gejala uremia: Mual, muntah, anoreksia, letargi, kebingungan, pruritus (pada kasus berat).
  • Sesak napas: Akibat edema paru atau asidosis metabolik.
  • Aritmia jantung: Akibat gangguan elektrolit (terutama hiperkalemia).
  • Tanda dan gejala penyakit dasar: Misalnya, dehidrasi, syok, sepsis, atau obstruksi saluran kemih.

Tatalaksana Umum

Tatalaksana AKI berfokus pada identifikasi dan koreksi penyebab, serta penanganan komplikasi:

  1. Identifikasi dan Obati Penyebab:
    • Hentikan obat nefrotoksik.
    • Optimalkan hemodinamik (cairan IV pada AKI prerenal).
    • Atasi obstruksi (kateterisasi, nefrostomi pada AKI postrenal).
    • Obati infeksi atau sepsis.
  2. Manajemen Cairan dan Elektrolit:
    • Monitor ketat keseimbangan cairan.
    • Koreksi gangguan elektrolit (misalnya, hiperkalemia, hiponatremia, hiperfosfatemia).
    • Diuretik dapat digunakan untuk mengatasi kelebihan cairan, tetapi tidak memperbaiki fungsi ginjal.
  3. Nutrisi:
    • Asupan protein yang adekuat, tetapi hindari kelebihan.
    • Batasi asupan garam, kalium, dan fosfat.
  4. Terapi Pengganti Ginjal (RRT):
    • Indikasi RRT (dialisis) meliputi: asidosis metabolik berat yang refrakter, hiperkalemia berat yang refrakter, kelebihan cairan yang refrakter (edema paru), uremia berat (ensefalopati, perikarditis), atau intoksikasi obat tertentu.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds