Penting untuk mengidentifikasi dan mengobati penyebab reversibel (sering disebut sebagai 'H's and T's') selama resusitasi:
Diagnosis cardiac arrest ditegakkan secara klinis berdasarkan trias:
Setelah diagnosis klinis, segera lakukan pemasangan monitor EKG untuk mengidentifikasi ritme jantung dan menentukan algoritma tatalaksana selanjutnya.
Advanced Cardiac Life Support (ACLS) adalah serangkaian protokol yang dirancang untuk tatalaksana henti jantung pada orang dewasa. Prinsip utamanya adalah:
Setelah EKG terpasang, ritme jantung diklasifikasikan menjadi dua kategori utama:
| Kategori Ritme | Ritme Spesifik | Karakteristik EKG | Tatalaksana Kunci |
| Shockable Rhythms | Ventricular Fibrillation (VF) | Gelombang kacau, ireguler, tidak ada kompleks QRS terorganisir. | Defibrilasi (200J bifasik atau 360J monofasik), CPR, Epinefrin, Amiodaron/Lidokain. |
| Pulseless Ventricular Tachycardia (pVT) | Kompleks QRS lebar, cepat, reguler, namun tanpa denyut nadi. | Defibrilasi (200J bifasik atau 360J monofasik), CPR, Epinefrin, Amiodaron/Lidokain. | |
| Non-Shockable Rhythms | Asystole | Garis datar, tidak ada aktivitas listrik jantung yang terorganisir. | CPR, Epinefrin, identifikasi & tatalaksana H's and T's. |
| Pulseless Electrical Activity (PEA) | Ada aktivitas listrik terorganisir di EKG, tetapi tidak ada denyut nadi teraba. | CPR, Epinefrin, identifikasi & tatalaksana H's and T's. |
Setelah kembalinya sirkulasi spontan (ROSC), fokus tatalaksana beralih ke:
Prognosis pasien cardiac arrest bervariasi tergantung pada banyak faktor, termasuk durasi henti jantung, kualitas CPR, ritme awal, dan penyebab yang mendasari. Resusitasi dini dengan CPR berkualitas tinggi dan defibrilasi cepat untuk ritme shockable secara signifikan meningkatkan peluang keberhasilan dan luaran neurologis yang baik.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi