Penyebab cardiac arrest seringkali dikategorikan menjadi penyebab yang reversibel, yang dapat diingat dengan akronim 5H dan 5T. Identifikasi dan koreksi penyebab ini sangat krusial dalam tatalaksana.
| Kategori | Penyebab | Deskripsi Singkat |
|---|---|---|
| 5H | Hipoksia | Kadar oksigen yang tidak adekuat dalam darah. |
| Hipovolemia | Penurunan volume darah yang signifikan. | |
| Hidrogen ion (Asidosis) | Peningkatan keasaman darah. | |
| Hipo/Hiperkalemia | Gangguan kadar kalium dalam darah. | |
| Hipotermia | Suhu tubuh inti yang sangat rendah. | |
| 5T | Tension Pneumothorax | Penumpukan udara di rongga pleura yang menekan jantung dan paru-paru. |
| Tamponade Jantung | Penumpukan cairan di kantung perikardium yang menekan jantung. | |
| Toksin | Keracunan obat atau zat lain. | |
| Trombosis Koroner (MI) | Penyumbatan arteri koroner yang menyebabkan serangan jantung. | |
| Trombosis Pulmoner (PE) | Penyumbatan arteri pulmoner oleh bekuan darah. |
Pengenalan cepat tanda-tanda cardiac arrest sangat vital. Tanda-tanda utama yang harus dikenali adalah:
Kombinasi ketiga tanda ini mengindikasikan perlunya resusitasi jantung paru (RJP) segera.
Berdasarkan gambaran EKG, ritmen cardiac arrest dibagi menjadi dua kategori besar, yang menentukan algoritma tatalaksana selanjutnya:
Tatalaksana segera adalah kunci keberhasilan resusitasi. Dimulai dengan Basic Life Support (BLS), yang dapat dilakukan oleh siapa saja yang terlatih:
Setelah BLS, dilanjutkan dengan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) yang melibatkan intervensi medis lebih lanjut oleh tenaga profesional:
Setelah kembalinya sirkulasi spontan (ROSC), perawatan intensif sangat penting untuk meningkatkan luaran neurologis dan kelangsungan hidup:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi