Blok Atrioventrikular (AV Block) dan Bradikardia

Mahasiswa kedokteran, siapkah Anda menghadapi soal UKMPPD tentang Bradikardia dan AV Block? Kondisi jantung ini seringkali membingungkan karena berbagai tipenya yang mirip tapi punya implikasi berbeda. Jangan sampai keliru membedakan AV Block derajat satu, Mobitz I, Mobitz II, dan complete heart block! Pahami gambaran EKG khasnya dan tatalaksana yang tepat agar Anda makin percaya diri. Yuk, kita kupas tuntas di concept page ini!

Definisi Bradikardia & AV Block

Bradikardia adalah kondisi ketika laju denyut jantung (heart rate) kurang dari 60 denyut per menit (bpm).

Blok Atrioventrikular (AV Block) merupakan gangguan pada sistem konduksi jantung yang menghambat atau menunda transmisi impuls listrik dari atrium ke ventrikel melalui nodus AV atau sistem His-Purkinje.

Etiologi Umum Bradikardia & AV Block

  • Fisiologis: Terutama pada atlet yang terlatih.
  • Obat-obatan: Beta-blocker, Calcium Channel Blocker (CCB) non-dihidropiridin (verapamil, diltiazem), Digoxin, Amiodarone.
  • Gangguan Elektrolit: Hiperkalemia.
  • Iskemia/Infark Miokard: Terutama infark miokard inferior yang memengaruhi nodus AV.
  • Penyakit Degeneratif: Fibrosis sistem konduksi (penyakit Lev atau Lenegre).
  • Inflamasi/Infeksi: Miokarditis, penyakit Lyme, endokarditis.
  • Gangguan Endokrin: Hipotiroidisme.
  • Kondisi Lain: Peningkatan tekanan intrakranial, hipotermia, hipoksia, kardiomiopati.

Manifestasi Klinis Bradikardia & AV Block

Gejala sangat bervariasi tergantung pada derajat bradikardia atau blok dan kemampuan ventrikel untuk mengompensasi. Banyak kasus bersifat asimtomatik, terutama pada bradikardia ringan atau AV Block derajat 1 dan Mobitz I.

  • Asimtomatik: Sering pada bradikardia sinus fisiologis atau AV Block derajat 1/Mobitz I.
  • Pusing atau Sinkop/Presinkop: Akibat penurunan curah jantung (cardiac output) dan perfusi serebral.
  • Kelelahan dan Lemas: Terutama saat aktivitas.
  • Sesak Napas (Dispnea): Akibat gagal jantung kongestif.
  • Nyeri Dada (Angina): Jika bradikardia menyebabkan iskemia miokard.
  • Palpitasi: Terkadang dirasakan jika ada irama escape.
  • Penurunan Kesadaran: Pada kasus berat.

Klasifikasi & Gambaran EKG AV Block

Memahami perbedaan jenis AV Block sangat krusial untuk diagnosis dan tatalaksana. Berikut adalah perbandingan kunci:

Tipe AV BlockDefinisi SingkatGambaran EKG KhasImplikasi Klinis & Tatalaksana Awal
AV Block Derajat 1Semua impuls atrial mencapai ventrikel, namun dengan penundaan di nodus AV atau sistem His-Purkinje.
  • Interval PR memanjang (>0,20 detik) dan konstan.
  • Setiap gelombang P diikuti oleh kompleks QRS.
  • Irama biasanya reguler.
  • Umumnya asimtomatik.
  • Prognosis baik, jarang berkembang menjadi blok derajat tinggi.
  • Tidak memerlukan tatalaksana khusus, kecuali jika disebabkan oleh obat yang perlu dihentikan/disesuaikan.
AV Block Derajat 2 Mobitz Tipe I (Wenckebach)Penundaan konduksi progresif di nodus AV hingga satu impuls atrial gagal mencapai ventrikel.
  • Interval PR secara progresif memanjang hingga satu gelombang P tidak diikuti QRS.
  • Siklus berulang.
  • Interval R-R memendek secara progresif sebelum gelombang P yang diblok, lalu memanjang setelahnya.
  • QRS biasanya sempit.
  • Sering asimtomatik atau gejala ringan.
  • Biasanya jinak, jarang berkembang menjadi blok derajat tinggi.
  • Tatalaksana: Observasi, hentikan obat penyebab. Atropin jika simtomatik.
AV Block Derajat 2 Mobitz Tipe IIGagalnya konduksi impuls atrial secara intermiten dan tiba-tiba ke ventrikel tanpa pemanjangan PR interval progresif. Blok terjadi di bawah nodus AV (sistem His-Purkinje).
  • Interval PR konstan pada gelombang P yang diikuti QRS.
  • Beberapa gelombang P tidak diikuti QRS secara tiba-tiba.
  • Rasio P:QRS bisa 2:1, 3:1, dll.
  • QRS sering lebar (jika blok di bawah berkas His).
  • Lebih serius, berpotensi berkembang menjadi AV Block derajat 3.
  • Sering simtomatik.
  • Tatalaksana: Pemasangan pacemaker permanen dipertimbangkan, terutama jika simtomatik. Atropin sering tidak efektif.
AV Block Derajat 3 (Complete Heart Block)Tidak ada impuls atrial yang mencapai ventrikel. Atrium dan ventrikel berdenyut secara independen (disosiasi AV).
  • Tidak ada hubungan antara gelombang P dan kompleks QRS.
  • Laju atrial (gelombang P) lebih cepat dari laju ventrikel (QRS).
  • Interval P-P dan R-R reguler, tetapi tidak ada korelasi.
  • Irama escape ventrikel (QRS lebar) atau nodus (QRS sempit) menentukan laju ventrikel.
  • Sering simtomatik berat (sinkop, gagal jantung).
  • Emergensi medis, berpotensi fatal.
  • Tatalaksana: Pemasangan pacemaker transkutan/transvena darurat, diikuti pacemaker permanen.

Penegakan Diagnosis

  • Anamnesis: Cari gejala (pusing, sinkop, palpitasi, sesak), riwayat penyakit jantung, dan penggunaan obat-obatan.
  • Pemeriksaan Fisik: Evaluasi denyut nadi, tekanan darah, tanda-tanda gagal jantung.
  • Elektrokardiogram (EKG) 12-lead: Pemeriksaan kunci untuk mengidentifikasi jenis AV Block dan bradikardia.
  • Holter Monitoring: Untuk mendeteksi bradikardia atau AV Block intermiten.
  • Pemeriksaan Laboratorium: Elektrolit (kalium), fungsi tiroid, troponin (jika dicurigai iskemia).

Tatalaksana Umum Bradikardia Simtomatik

Tatalaksana berfokus pada identifikasi dan koreksi penyebab reversibel, serta peningkatan laju jantung jika simtomatik.

  • Koreksi Penyebab: Hentikan obat-obatan penyebab, koreksi gangguan elektrolit, obati iskemia miokard.
  • Farmakologis (untuk bradikardia simtomatik):
    • Atropin: Dosis awal 0,5 mg IV bolus, dapat diulang hingga total 3 mg. Efektif untuk bradikardia di tingkat nodus AV (misal: AV Block Mobitz I, bradikardia sinus). Kurang efektif untuk blok di bawah nodus AV (Mobitz II, AV Block derajat 3).
    • Dopamin: Infus 2-20 mcg/kg/menit, jika atropin tidak efektif dan ada hipotensi.
    • Epinefrin: Infus 2-10 mcg/menit, jika atropin tidak efektif dan ada hipotensi.
  • Pacing:
    • Pacing Transkutan: Digunakan sebagai jembatan darurat untuk bradikardia simtomatik yang tidak responsif terhadap obat atau pada AV Block derajat tinggi.
    • Pacing Transvena: Lebih stabil daripada transkutan, digunakan untuk jangka pendek.
    • Pemasangan Pacemaker Permanen: Indikasi utama untuk AV Block derajat 2 Mobitz II simtomatik, AV Block derajat 3, atau bradikardia simtomatik yang refrakter terhadap tatalaksana lain.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds