Blok Atrioventrikular (AV Block)

Jantung berdetak lambat? Jangan anggap sepele! Bradikardia bisa jadi tanda adanya masalah serius pada sistem konduksi jantung, salah satunya adalah Blok Atrioventrikular (AV Block). Kondisi ini seringkali menjadi momok bagi mahasiswa kedokteran karena interpretasi EKG-nya yang tricky. Tapi jangan khawatir, di sini kita akan kupas tuntas AV Block mulai dari definisi hingga tatalaksananya, lengkap dengan tips mudah memahami EKG-nya. Siap menghadapi soal UKMPPD? Yuk, selami lebih dalam!

Definisi

Bradikardia adalah kondisi di mana laju denyut jantung kurang dari 60 kali per menit pada orang dewasa. Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk disfungsi nodus SA atau gangguan konduksi AV.

Blok Atrioventrikular (AV Block) adalah gangguan pada sistem konduksi listrik jantung yang menghambat atau memperlambat transmisi impuls dari atrium ke ventrikel melalui nodus AV atau sistem His-Purkinje. Tingkat keparahan blok menentukan manifestasi klinis dan tatalaksananya.

Klasifikasi AV Block

Jenis AV BlockKarakteristik EKGKeterangan
AV Block Derajat I

Interval PR memanjang (>0.20 detik) secara konstan.

Setiap gelombang P diikuti kompleks QRS.

Umumnya asimptomatik.

Tidak memerlukan tatalaksana spesifik kecuali ada gejala atau etiologi reversibel.

AV Block Derajat II Mobitz Tipe I (Wenckebach)

Interval PR memanjang secara progresif hingga satu gelombang P tidak diikuti kompleks QRS (dropped beat).

Siklus berulang.

Blok terjadi di nodus AV.

Umumnya reversibel, sering asimptomatik atau gejala ringan.

Jarang progres menjadi AV Block derajat tinggi.

AV Block Derajat II Mobitz Tipe II

Interval PR konstan pada gelombang P yang diikuti QRS.

Terdapat gelombang P yang tidak diikuti kompleks QRS secara tiba-tiba (dropped beat) tanpa pemanjangan PR sebelumnya.

Blok terjadi di bawah nodus AV (sistem His-Purkinje).

Potensial progres menjadi AV Block derajat III.

Sering simtomatik dan memerlukan pemasangan pacemaker.

AV Block Derajat III (Komplet)

Tidak ada hubungan antara gelombang P dan kompleks QRS (disosiasi AV).

Laju atrium (gelombang P) lebih cepat dari laju ventrikel (kompleks QRS).

Kompleks QRS bisa sempit (jika fokus di nodus AV) atau lebar (jika fokus di bawah nodus AV).

Laju ventrikel sangat lambat (20-40 bpm).

Selalu simtomatik dan berpotensi mengancam jiwa.

Membutuhkan pemasangan pacemaker permanen.

Etiologi

Penyebab AV Block sangat bervariasi, meliputi:

  • Degenerasi sistem konduksi: Paling sering pada lansia (idiopatik).
  • Penyakit jantung iskemik: Infark miokard akut (terutama inferior, sering menyebabkan Mobitz I transien), iskemia kronis.
  • Obat-obatan: Beta-blocker, calcium channel blocker (diltiazem, verapamil), digoxin, amiodarone.
  • Gangguan elektrolit: Hiperkalemia.
  • Miokarditis: Peradangan otot jantung.
  • Penyakit sistemik: Sarkoidosis, amiloidosis, penyakit Lyme, hipotiroidisme.
  • Kelainan kongenital.
  • Post-intervensi: Ablasi, operasi katup.

Patofisiologi

Normalnya, impuls listrik berasal dari nodus SA, menyebar ke atrium, lalu melewati nodus AV, berkas His, cabang berkas, dan serabut Purkinje untuk mengaktivasi ventrikel.

Pada AV Block, terjadi gangguan pada salah satu atau beberapa titik di jalur konduksi dari atrium ke ventrikel. Ini bisa berupa perlambatan (AV Block Derajat I), interupsi intermiten (AV Block Derajat II), atau blok total (AV Block Derajat III).

Lokasi blok bervariasi: di nodus AV itu sendiri (umumnya AV Block Derajat I dan Mobitz I), atau di sistem His-Purkinje (umumnya Mobitz II dan AV Block Derajat III).

Manifestasi Klinis

Gejala sangat bergantung pada kecepatan denyut jantung ventrikel dan kemampuan kompensasi pasien. AV Block Derajat I dan Mobitz I seringkali asimptomatik.

Gejala bradikardia meliputi:

  • Kelelahan dan kelemahan.
  • Pusing atau sinkop (pingsan).
  • Dispnea (sesak napas), terutama saat aktivitas.
  • Nyeri dada (angina) jika ada iskemia.
  • Palpitasi (jantung berdebar) pada beberapa kasus.
  • Pada kasus berat: gagal jantung kongestif atau syok kardiogenik.

Penegakan Diagnosis

Diagnosis utama ditegakkan melalui Elektrokardiogram (EKG) 12-lead.

Pemeriksaan lain mungkin diperlukan untuk mencari etiologi:

  • Holter monitoring: Untuk mendeteksi bradikardia intermiten.
  • Tes darah: Elektrolit, fungsi tiroid, penanda inflamasi.
  • Ekokardiografi: Untuk menilai struktur dan fungsi jantung.
  • Studi elektrofisiologi (EPS): Jika diagnosis tidak jelas atau untuk menentukan lokasi blok yang tepat.

Tatalaksana

Tatalaksana bergantung pada jenis AV Block, ada atau tidaknya gejala, dan stabilitas hemodinamik pasien.

1. Tatalaksana Akut (Pasien Simtomatik/Tidak Stabil):

  • Pastikan jalan napas, pernapasan, sirkulasi (ABC).
  • Berikan Atropin sulfat 0.5 mg IV bolus, dapat diulang setiap 3-5 menit, dosis total maksimal 3 mg. Efektif untuk AV Block di nodus AV (Derajat I, Mobitz I). Kurang efektif untuk Mobitz II dan Derajat III.
  • Jika atropin tidak efektif atau kontraindikasi:
  • Transcutaneous Pacing (TCP): Pilihan utama untuk stabilisasi sementara.
  • Dopamin atau Epinefrin infus: Sebagai alternatif jika TCP tidak tersedia atau tidak efektif.
  • Identifikasi dan koreksi penyebab reversibel (misalnya, hentikan obat penyebab, koreksi elektrolit).

2. Tatalaksana Jangka Panjang (Pasien Stabil/Asimptomatik):

  • AV Block Derajat I dan Mobitz I (asimptomatik): Umumnya tidak memerlukan tatalaksana spesifik. Observasi dan identifikasi/hentikan agen penyebab.
  • AV Block Derajat II Mobitz II (simtomatik atau asimptomatik): Indikasi kuat untuk pemasangan pacemaker permanen karena risiko progres menjadi AV Block Derajat III.
  • AV Block Derajat III: Selalu memerlukan pemasangan pacemaker permanen, bahkan jika pasien awalnya asimptomatik, karena risiko tinggi asistol dan kematian mendadak.

Komplikasi

  • Sinkop berulang.
  • Aritmia ventrikel.
  • Gagal jantung kongestif.
  • Asistol dan kematian mendadak.

Prognosis

Prognosis AV Block sangat bervariasi tergantung pada jenis blok, etiologi, dan ada tidaknya tatalaksana yang tepat.

AV Block Derajat I dan Mobitz I memiliki prognosis yang baik, seringkali reversibel.

AV Block Derajat II Mobitz II dan Derajat III tanpa tatalaksana (pacemaker) memiliki prognosis yang buruk karena risiko asistol dan kematian mendadak yang tinggi.

Dengan pemasangan pacemaker yang tepat, prognosis pasien dengan AV Block derajat tinggi umumnya baik.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds