Blefarospasme adalah suatu bentuk distonia fokal yang ditandai dengan kontraksi otot orbicularis oculi yang involunter, bilateral, dan simetris. Kontraksi ini dapat menyebabkan penutupan kelopak mata fungsional yang berulang atau persisten, mengganggu penglihatan, dan dapat menyebabkan kebutaan fungsional.
Blefarospasme dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis utama:
Faktor risiko untuk BEB meliputi:
Meskipun etiologi pasti BEB belum sepenuhnya dipahami, teori yang diterima secara luas melibatkan disfungsi pada sirkuit motorik di ganglia basalis dan batang otak, yang mengakibatkan hipereksitabilitas nukleus fasialis dan disinhibisi jalur motorik. Hal ini menyebabkan kontraksi otot orbicularis oculi yang tidak terkontrol.
Gejala blefarospasme biasanya dimulai secara halus dan progresif:
Diagnosis blefarospasme ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik:
Penting untuk membedakan blefarospasme dari kondisi lain yang memiliki gejala serupa:
| Kondisi | Karakteristik Kunci |
|---|---|
| Hemifacial Spasm (HFS) | Kontraksi otot wajah unilateral, melibatkan otot orbicularis oculi dan otot wajah lain di sisi yang sama. Sering disebabkan oleh kompresi pembuluh darah pada saraf kranialis VII. |
| Apraxia of Eyelid Opening (AEO) | Ketidakmampuan untuk membuka kelopak mata secara volunter, bukan karena kontraksi otot yang berlebihan, melainkan kegagalan aktivasi otot levator palpebra. |
| Meige Syndrome | Blefarospasme yang disertai dengan distonia oromandibular (kontraksi involunter otot rahang dan mulut). |
| Tics | Gerakan stereotipik yang dapat disupresi secara volunter untuk sementara waktu, seringkali lebih bervariasi. |
| Myokymia | Kedutan halus, involunter, dan bergelombang pada serat-serat otot kecil, biasanya pada kelopak mata bawah, tidak melibatkan seluruh otot orbicularis oculi. |
| Iritasi Mata Kronis | Kedipan mata berlebihan akibat iritasi (misalnya mata kering, konjungtivitis, keratitis), biasanya disertai kemerahan, gatal, atau sensasi benda asing. |
| Dystonia Akibat Obat | Blefarospasme yang muncul sebagai efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antipsikotik. |
Tatalaksana blefarospasme bertujuan untuk meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien:
Jika tidak ditangani, blefarospasme dapat menyebabkan:
Prognosis untuk blefarospasme esensial benigna umumnya baik dengan tatalaksana yang tepat, terutama injeksi Botulinum Toxin, yang dapat mengontrol gejala secara efektif pada sebagian besar pasien.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi