Trauma mata ringan sangat umum terjadi, terutama pada lingkungan kerja atau saat aktivitas sehari-hari. Benda asing yang masuk ke mata dapat menempel pada permukaan luar (konjungtiva) atau justru menancap lebih dalam pada kornea yang transparan. Selain itu, trauma dapat menyebabkan perdarahan di bagian depan mata yang disebut hifema. Tiga kondisi ini memerlukan penanganan yang berbeda, dan memahami perbedaannya sangat penting untuk memberikan penanganan yang tepat.
Benda asing konjungtiva adalah objek (biasanya partikel debu, pasir, atau bulu mata) yang tersangkut pada konjungtivaâyaitu membran transparan yang melapisi bagian putih mata dan kelopak mata. Kondisi ini biasanya hasil dari trauma ringan, seperti angin membawa debu atau friksi saat menggosok mata.
Penanganan benda asing konjunktiva relatif mudah dan dapat dilakukan di tempat pelayanan kesehatan dasar:
Langkah-langkah penanganan:
Poin penting: Hindarkan pasien menggosok mata secara kuat, karena dapat mendorong benda asing lebih dalam atau merusak jaringan konjungtiva.
Benda asing kornea adalah objek yang menancap pada permukaan korneaâlapisan jernih terdepan mata yang berfungsi sebagai lensa dan pelindung. Kondisi ini lebih serius daripada benda asing konjungtiva karena kornea adalah jaringan yang sangat sensitif dan vital untuk penglihatan.
Benda asing kornea umumnya terjadi pada pasien pekerja industri (misalnya pengelasan, pukul besi, atau pengerjaan logam) ketika partikel logam atau batu meluncur dengan kecepatan tinggi.
Diagnosis benda asing kornea didasarkan pada kombinasi anamnesis dan pemeriksaan klinis:
Gejala pasien (anamnesis):
Pemeriksaan klinis:
Jika tidak ditangani dengan tepat, benda asing kornea dapat menyebabkan:
Risiko komplikasi ini menjelaskan mengapa benda asing kornea memerlukan penanganan yang lebih hati-hati dibanding konjungtiva.
Untuk benda asing superfisial (epitel kornea):
Untuk benda asing yang dalam atau mencurigakan:
Poin penting: Keputusan untuk mengeluarkan benda asing atau merujuk pasien harus didasarkan pada kedalaman infiltrasi dan kepercayaan diri penyedia layanan. Keraguan adalah indikasi untuk merujuk.
Hifema adalah adanya darah di dalam ruang anterior mata (antara kornea dan iris), yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil di iris atau badan siliar. Darah bercampur dengan humor aqueous (cairan bening di depan mata), sehingga penglihatan menjadi terganggu dan mata terlihat merah.
Mekanisme terjadinya: Ketika ada trauma tumpul pada mata (misalnya pukulan bola olahraga, jatuh, atau kecelakaan), pembuluh darah vaskular di iris atau badan siliar dapat pecah. Darah yang keluar dari pembuluh darah ini masuk ke dalam ruang anterior dan membentuk lapisan atau endapan di bagian bawah mata (karena gravitasi).
Klasifikasi Sheppard menilai volume darah dalam ruang anterior dan sangat penting untuk menentukan prognosis dan penanganan:
Semakin tinggi grade, semakin besar risiko tekanan intraokular meningkat dan kerusakan kornea.
Hifema dapat menimbulkan beberapa komplikasi serius:
1. Peningkatan tekanan intraokular (glaukoma sekunder)
2. Corneal blood staining (impregnasi darah pada kornea)
3. Rebleeding (perdarahan berulang)
4. Sinekia (perlengketan iris ke lensa)
Penanganan hifema berfokus pada pencegahan komplikasi dan pemulihan:
Langkah-langkah awal:
Indikasi untuk rujuk ke bagian mata:
Poin penting: Kebanyakan hifema grade I dan II akan sembuh dengan sendirinya dalam 2â3 minggu dengan penanganan konservatif. Namun, grade IIIâIV memerlukan pemantauan ketat dan kemungkinan intervensi lebih lanjut.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi