Asma anak adalah penyakit inflamasi kronis saluran napas yang ditandai oleh hiperresponsivitas bronkus dan obstruksi jalan napas yang bersifat reversibel atau parsial reversibel.
Kondisi ini menyebabkan episode berulang berupa mengi (wheezing), sesak napas, rasa berat di dada, dan batuk, terutama pada malam atau dini hari, serta bervariasi intensitasnya dari waktu ke waktu.
Asma anak merupakan interaksi kompleks antara faktor genetik dan lingkungan.
Patofisiologi asma melibatkan inflamasi kronis saluran napas, hiperresponsivitas bronkus, dan remodeling jalan napas.
Gejala asma pada anak bervariasi tergantung usia dan tingkat keparahan. Gejala sering memburuk pada malam hari atau dini hari.
Diagnosis asma anak didasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Klasifikasi ini penting untuk menentukan langkah tatalaksana jangka panjang.
| Kriteria Kontrol Asma | Terkontrol Baik | Terkontrol Sebagian | Tidak Terkontrol |
| Gejala siang hari | ≤ 2x/minggu | > 2x/minggu | ≥ 3 kriteria terkontrol sebagian setiap minggu |
| Terbangun malam hari karena asma | Tidak ada | Ada | |
| Penggunaan SABA untuk meredakan gejala | ≤ 2x/minggu | > 2x/minggu | |
| Keterbatasan aktivitas | Tidak ada | Ada | |
| Fungsi paru (FEV1 atau PEF) | Normal | < 80% prediksi (jika diketahui) |
Tujuan utama adalah meredakan bronkospasme dan mengatasi hipoksemia.
Tujuan adalah mencapai dan mempertahankan kontrol asma, mencegah eksaserbasi, serta meningkatkan kualitas hidup anak.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi