Arthritis: Mengenali Ragam Nyeri Sendi

Nyeri sendi bukan cuma satu jenis lho! Dari yang 'aus' karena usia sampai yang 'meradang' karena autoimun atau infeksi, setiap jenis arthritis punya ciri khas dan tatalaksana berbeda. Menguasai detailnya krusial untuk diagnosis tepat dan penanganan efektif. Yuk, bedah tuntas jenis-jenis arthritis yang sering bikin bingung di UKMPPD!

Definisi Arthritis

Arthritis adalah istilah umum yang merujuk pada peradangan satu atau lebih sendi. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, bengkak, kekakuan, dan keterbatasan gerak pada sendi yang terkena. Arthritis bukanlah satu penyakit tunggal, melainkan sindrom yang mencakup lebih dari 100 kondisi berbeda.

Klasifikasi Umum Arthritis

Secara garis besar, arthritis dapat dikelompokkan berdasarkan etiologinya:

  • Degeneratif: Akibat kerusakan tulang rawan sendi (misalnya Osteoarthritis).
  • Inflamasi: Akibat respons imun (autoimun) atau infeksi (misalnya Rheumatoid Arthritis, Gout, Septic Arthritis).
  • Metabolik: Akibat penumpukan kristal dalam sendi (misalnya Gout).
  • Infeksius: Akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur pada sendi (misalnya Septic Arthritis).

Osteoarthritis (OA)

Definisi & Etiologi

Osteoarthritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif kronis yang ditandai dengan kerusakan progresif tulang rawan sendi, pembentukan osteofit, dan remodelling tulang subkondral. Etiologinya multifaktorial, sering dikaitkan dengan penuaan, trauma sendi, obesitas, dan faktor genetik.

Patofisiologi

Proses patofisiologi OA melibatkan ketidakseimbangan antara degradasi dan sintesis matriks tulang rawan. Enzim seperti metalloproteinase (MMP) dan sitokin pro-inflamasi (IL-1, TNF-α) berperan dalam kerusakan kondrosit dan matriks ekstraseluler, menyebabkan tulang rawan menipis dan kehilangan elastisitasnya.

Manifestasi Klinis

  • Nyeri sendi: Bertambah berat dengan aktivitas, berkurang dengan istirahat.
  • Kekakuan: Paling terasa setelah istirahat atau di pagi hari, durasi <30 menit.
  • Krepitus: Bunyi "klik" atau "gemeretak" saat sendi digerakkan.
  • Pembengkakan: Terkadang disertai efusi sendi ringan.
  • Lokasi umum: Sendi penopang berat badan (lutut, panggul), sendi tangan (PIP, DIP, sendi ibu jari), dan tulang belakang.
  • Nodul Heberden (DIP) dan Bouchard (PIP) pada sendi tangan.

Penegakan Diagnosis

  • Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik: Gejala khas dan temuan fisik (krepitus, keterbatasan gerak).
  • Pencitraan (Rontgen): Penyempitan celah sendi, osteofit, sklerosis subkondral, kista subkondral.
  • Laboratorium: Umumnya normal, digunakan untuk menyingkirkan diagnosis banding.

Tatalaksana

  • Non-Farmakologis: Edukasi, modifikasi gaya hidup (penurunan berat badan), fisioterapi, latihan penguatan otot, alat bantu (tongkat, knee brace).
  • Farmakologis: Analgesik (Acetaminophen), NSAID (oral/topikal), injeksi intra-artikular kortikosteroid atau asam hialuronat.

Rheumatoid Arthritis (RA)

Definisi & Etiologi

Rheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit autoimun sistemik kronis yang ditandai dengan peradangan sinovium sendi yang progresif, menyebabkan kerusakan tulang rawan dan tulang, deformitas sendi, serta disabilitas. Etiologinya belum sepenuhnya dipahami, melibatkan faktor genetik (HLA-DRB1) dan lingkungan (merokok, infeksi).

Patofisiologi

RA melibatkan respons imun abnormal yang menargetkan sinovium sendi. Sel-sel imun (limfosit T dan B, makrofag) menginfiltrasi sinovium, melepaskan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1), yang memicu proliferasi sel sinovial (pannus), degradasi tulang rawan, dan erosi tulang.

Manifestasi Klinis

  • Poliartritis simetris: Melibatkan banyak sendi secara simetris.
  • Kekakuan pagi: Durasi >30 menit, bahkan bisa berjam-jam.
  • Sendi yang sering terkena: MCP (metacarpophalangeal), PIP (proximal interphalangeal), pergelangan tangan, lutut, pergelangan kaki, MTP (metatarsophalangeal).
  • Pembengkakan sendi: Lunak dan hangat.
  • Gejala sistemik: Kelelahan, demam ringan, penurunan berat badan.
  • Deformitas sendi: Swan-neck, Boutonnière, deviasi ulnar pada tangan.
  • Nodul reumatoid: Umumnya pada permukaan ekstensor.

Penegakan Diagnosis

  • Kriteria Klasifikasi ACR/EULAR 2010: Meliputi jumlah sendi yang terlibat, serologi (RF, anti-CCP), reaktan fase akut (CRP, LED), dan durasi gejala.
  • Laboratorium: Peningkatan LED dan CRP, positif Rheumatoid Factor (RF), positif anti-Cyclic Citrullinated Peptide (anti-CCP) (lebih spesifik).
  • Pencitraan (Rontgen): Erosi periartikular, penyempitan celah sendi, osteopenia juksta-artikular.

Tatalaksana

  • Farmakologis:
    • DMARDs (Disease-Modifying Antirheumatic Drugs): Metotreksat (lini pertama), Sulfasalazin, Hidroksiklorokuin, Leflunomide.
    • Biologics: Anti-TNF-α (adalimumab, etanercept), anti-CD20 (rituximab), anti-IL-6 (tocilizumab).
    • Kortikosteroid: Untuk mengontrol flare akut atau sebagai terapi jembatan.
    • NSAID: Untuk meredakan nyeri dan peradangan simptomatik.
  • Non-Farmakologis: Fisioterapi, terapi okupasi, edukasi, bedah (synovectomy, artroplasti) pada kasus berat.

Gout Arthritis

Definisi & Etiologi

Gout Arthritis adalah jenis arthritis inflamasi yang disebabkan oleh deposisi kristal monosodium urat (MSU) di sendi dan jaringan lunak akibat hiperurisemia (kadar asam urat serum >6,8 mg/dL). Etiologi meliputi produksi asam urat berlebihan atau ekskresi asam urat yang kurang.

Patofisiologi

Hiperurisemia menyebabkan pembentukan kristal MSU. Kristal ini difagositosis oleh makrofag dan neutrofil, memicu pelepasan sitokin pro-inflamasi (IL-1β) yang menyebabkan respons inflamasi akut yang sangat nyeri. Deposisi kronis dapat membentuk tofi.

Manifestasi Klinis

  • Serangan akut: Nyeri hebat mendadak, bengkak, merah, hangat pada satu sendi (monoartikular).
  • Podagra: Serangan gout akut pada sendi MTP pertama ibu jari kaki (paling sering).
  • Lokasi lain: Pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan, siku.
  • Tofi: Deposit kristal urat subkutan yang keras, tidak nyeri, terutama pada telinga, siku, atau sendi yang sering terkena.
  • Pencetus: Konsumsi alkohol, makanan tinggi purin (jeroan, seafood), obat-obatan (diuretik tiazid), trauma, dehidrasi.

Penegakan Diagnosis

  • Aspirasi cairan sendi: Temuan kristal MSU berbentuk jarum, birifringen negatif kuat di bawah mikroskop polarisasi (standar emas).
  • Laboratorium: Peningkatan kadar asam urat serum (namun bisa normal saat serangan akut), peningkatan LED dan CRP.
  • Pencitraan (Rontgen): Erosi "punched-out" dengan tepi sklerotik, tanpa demineralisasi periartikular pada kasus kronis.

Tatalaksana

  • Serangan Akut:
    • NSAID: Indometasin, naproxen.
    • Kolkhisin: Terutama jika NSAID kontraindikasi atau tidak efektif.
    • Kortikosteroid: Oral atau injeksi intra-artikular pada kasus berat atau kontraindikasi lain.
  • Pencegahan Serangan & Penurunan Asam Urat (Kronis):
    • Modifikasi gaya hidup: Diet rendah purin, hindari alkohol, hidrasi cukup, penurunan berat badan.
    • Obat penurun asam urat (ULT - Urate Lowering Therapy): Allopurinol (penghambat xantin oksidase, lini pertama), Febuxostat, Probenesid (urikosurik).

Septic Arthritis

Definisi & Etiologi

Septic Arthritis (juga dikenal sebagai Arthritis Infeksius) adalah infeksi bakteri, virus, atau jamur pada ruang sendi, yang menyebabkan peradangan akut dan kerusakan sendi yang cepat. Bakteri piogenik (terutama Staphylococcus aureus) adalah penyebab paling umum. Infeksi dapat menyebar secara hematogen, inokulasi langsung (trauma, injeksi), atau penyebaran dari infeksi di dekatnya.

Patofisiologi

Mikroorganisme masuk ke ruang sendi, memicu respons inflamasi hebat. Enzim proteolitik dan sitokin yang dilepaskan oleh sel-sel inflamasi dan bakteri merusak tulang rawan sendi dengan cepat, berpotensi menyebabkan destruksi sendi permanen jika tidak ditangani segera.

Manifestasi Klinis

  • Nyeri sendi: Sangat hebat, mendadak, dan memburuk dengan gerakan sekecil apa pun.
  • Monoartikular: Umumnya mengenai satu sendi (terutama lutut, panggul, bahu, pergelangan kaki).
  • Bengkak, merah, hangat: Tanda-tanda inflamasi akut pada sendi.
  • Demam: Sering disertai menggigil.
  • Keterbatasan gerak: Pasien menolak menggerakkan sendi (pseudoparalysis).
  • Faktor risiko: Imunosupresi, DM, RA, riwayat trauma sendi, injeksi intra-artikular.

Penegakan Diagnosis

  • Aspirasi cairan sendi (Arthrocentesis): Wajib dilakukan secepatnya!
    • Makroskopis: Cairan keruh, purulen.
    • Mikroskopis: Jumlah leukosit >50.000/mm3 (sering >100.000/mm3) dengan dominasi PMN (>90%).
    • Pewarnaan Gram: Identifikasi bakteri awal.
    • Kultur: Identifikasi patogen definitif dan uji sensitivitas antibiotik.
  • Laboratorium darah: Peningkatan LED dan CRP, leukositosis.
  • Pencitraan (Rontgen): Awalnya normal, dapat menunjukkan pembengkakan jaringan lunak, kemudian destruksi tulang rawan dan erosi tulang. USG dapat menunjukkan efusi sendi.

Tatalaksana

  • Antibiotik: Segera dimulai secara empiris intravena setelah aspirasi cairan sendi (sebelum hasil kultur) dan disesuaikan berdasarkan hasil kultur dan sensitivitas.
  • Drainase sendi: Penting untuk menghilangkan pus dan mengurangi tekanan. Dapat dilakukan dengan aspirasi berulang, artroskopi, atau artrotomi terbuka.
  • Imobilisasi awal: Untuk mengurangi nyeri, diikuti dengan mobilisasi bertahap setelah infeksi terkontrol.

Diagnosis Banding Utama Arthritis (Tabel Perbandingan)

Membedakan jenis arthritis sangat penting. Berikut adalah perbandingan singkat karakteristik utama:

KarakteristikOsteoarthritis (OA)Rheumatoid Arthritis (RA)Gout ArthritisSeptic Arthritis
Jenis SendiSendi penopang berat badan (lutut, panggul), DIP, PIP, ibu jariPoliartikular, simetris, MCP, PIP, pergelangan tangan, MTPMonoartikular, MTP ibu jari kaki (podagra), pergelangan kaki, lututMonoartikular (lutut, panggul, bahu)
OnsetLambat, bertahapBertahap (minggu-bulan)Mendadak, akut (jam)Mendadak, akut (jam-hari)
NyeriMemburuk dengan aktivitas, membaik dengan istirahatMemburuk saat istirahat, membaik dengan aktivitas ringanSangat hebat, tidak tertahankanSangat hebat, memburuk dengan gerakan
Kekakuan Pagi<30 menit>30 menit (sering >1 jam)Minimal atau tidak adaBisa ada, tapi nyeri dominan
Tanda Inflamasi LokalMinimal (bengkak, krepitus)Jelas (bengkak, hangat, nyeri tekan)Sangat jelas (merah, bengkak, hangat)Sangat jelas (merah, bengkak, hangat)
Gejala SistemikTidak adaKelelahan, demam ringan, BB turunDemam ringan (saat serangan)Demam, menggigil, malaise
Laboratorium (Cairan Sendi)Jernih, WBC <2000/mm3Keruh, WBC 5000-50000/mm3Keruh, WBC 5000-50000/mm3, kristal MSUKeruh/purulen, WBC >50000/mm3, bakteri (Gram/kultur)
Laboratorium (Darah)NormalLED, CRP ↑, RF, anti-CCP (+)Asam urat ↑ (bisa normal saat serangan), LED, CRP ↑LED, CRP ↑, leukositosis
Pencitraan (Rontgen)Penyempitan celah sendi, osteofit, sklerosis subkondralErosi, penyempitan celah sendi, osteopenia juksta-artikularErosi "punched-out", tofi (kronis)Awalnya normal, destruksi sendi cepat

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds