Arthritis adalah istilah umum yang merujuk pada peradangan satu atau lebih sendi. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, bengkak, kekakuan, dan keterbatasan gerak pada sendi yang terkena. Arthritis bukanlah satu penyakit tunggal, melainkan sindrom yang mencakup lebih dari 100 kondisi berbeda.
Secara garis besar, arthritis dapat dikelompokkan berdasarkan etiologinya:
Osteoarthritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif kronis yang ditandai dengan kerusakan progresif tulang rawan sendi, pembentukan osteofit, dan remodelling tulang subkondral. Etiologinya multifaktorial, sering dikaitkan dengan penuaan, trauma sendi, obesitas, dan faktor genetik.
Proses patofisiologi OA melibatkan ketidakseimbangan antara degradasi dan sintesis matriks tulang rawan. Enzim seperti metalloproteinase (MMP) dan sitokin pro-inflamasi (IL-1, TNF-α) berperan dalam kerusakan kondrosit dan matriks ekstraseluler, menyebabkan tulang rawan menipis dan kehilangan elastisitasnya.
Rheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit autoimun sistemik kronis yang ditandai dengan peradangan sinovium sendi yang progresif, menyebabkan kerusakan tulang rawan dan tulang, deformitas sendi, serta disabilitas. Etiologinya belum sepenuhnya dipahami, melibatkan faktor genetik (HLA-DRB1) dan lingkungan (merokok, infeksi).
RA melibatkan respons imun abnormal yang menargetkan sinovium sendi. Sel-sel imun (limfosit T dan B, makrofag) menginfiltrasi sinovium, melepaskan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1), yang memicu proliferasi sel sinovial (pannus), degradasi tulang rawan, dan erosi tulang.
Gout Arthritis adalah jenis arthritis inflamasi yang disebabkan oleh deposisi kristal monosodium urat (MSU) di sendi dan jaringan lunak akibat hiperurisemia (kadar asam urat serum >6,8 mg/dL). Etiologi meliputi produksi asam urat berlebihan atau ekskresi asam urat yang kurang.
Hiperurisemia menyebabkan pembentukan kristal MSU. Kristal ini difagositosis oleh makrofag dan neutrofil, memicu pelepasan sitokin pro-inflamasi (IL-1β) yang menyebabkan respons inflamasi akut yang sangat nyeri. Deposisi kronis dapat membentuk tofi.
Septic Arthritis (juga dikenal sebagai Arthritis Infeksius) adalah infeksi bakteri, virus, atau jamur pada ruang sendi, yang menyebabkan peradangan akut dan kerusakan sendi yang cepat. Bakteri piogenik (terutama Staphylococcus aureus) adalah penyebab paling umum. Infeksi dapat menyebar secara hematogen, inokulasi langsung (trauma, injeksi), atau penyebaran dari infeksi di dekatnya.
Mikroorganisme masuk ke ruang sendi, memicu respons inflamasi hebat. Enzim proteolitik dan sitokin yang dilepaskan oleh sel-sel inflamasi dan bakteri merusak tulang rawan sendi dengan cepat, berpotensi menyebabkan destruksi sendi permanen jika tidak ditangani segera.
Membedakan jenis arthritis sangat penting. Berikut adalah perbandingan singkat karakteristik utama:
| Karakteristik | Osteoarthritis (OA) | Rheumatoid Arthritis (RA) | Gout Arthritis | Septic Arthritis |
|---|---|---|---|---|
| Jenis Sendi | Sendi penopang berat badan (lutut, panggul), DIP, PIP, ibu jari | Poliartikular, simetris, MCP, PIP, pergelangan tangan, MTP | Monoartikular, MTP ibu jari kaki (podagra), pergelangan kaki, lutut | Monoartikular (lutut, panggul, bahu) |
| Onset | Lambat, bertahap | Bertahap (minggu-bulan) | Mendadak, akut (jam) | Mendadak, akut (jam-hari) |
| Nyeri | Memburuk dengan aktivitas, membaik dengan istirahat | Memburuk saat istirahat, membaik dengan aktivitas ringan | Sangat hebat, tidak tertahankan | Sangat hebat, memburuk dengan gerakan |
| Kekakuan Pagi | <30 menit | >30 menit (sering >1 jam) | Minimal atau tidak ada | Bisa ada, tapi nyeri dominan |
| Tanda Inflamasi Lokal | Minimal (bengkak, krepitus) | Jelas (bengkak, hangat, nyeri tekan) | Sangat jelas (merah, bengkak, hangat) | Sangat jelas (merah, bengkak, hangat) |
| Gejala Sistemik | Tidak ada | Kelelahan, demam ringan, BB turun | Demam ringan (saat serangan) | Demam, menggigil, malaise |
| Laboratorium (Cairan Sendi) | Jernih, WBC <2000/mm3 | Keruh, WBC 5000-50000/mm3 | Keruh, WBC 5000-50000/mm3, kristal MSU | Keruh/purulen, WBC >50000/mm3, bakteri (Gram/kultur) |
| Laboratorium (Darah) | Normal | LED, CRP ↑, RF, anti-CCP (+) | Asam urat ↑ (bisa normal saat serangan), LED, CRP ↑ | LED, CRP ↑, leukositosis |
| Pencitraan (Rontgen) | Penyempitan celah sendi, osteofit, sklerosis subkondral | Erosi, penyempitan celah sendi, osteopenia juksta-artikular | Erosi "punched-out", tofi (kronis) | Awalnya normal, destruksi sendi cepat |

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi