Arthritis adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada satu atau lebih sendi. Peradangan ini dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, kekakuan, dan keterbatasan gerak pada sendi yang terkena. Meskipun sering dikaitkan dengan usia tua, arthritis dapat menyerang siapa saja dari berbagai kelompok usia.
Secara umum, arthritis dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, yang paling penting adalah berdasarkan sifat peradangannya (inflamasi vs. non-inflamasi) dan jumlah sendi yang terlibat.
| Karakteristik | Arthritis Inflamasi | Arthritis Non-Inflamasi |
| Nyeri | Nyeri saat istirahat, membaik dengan aktivitas ringan. | Nyeri memburuk dengan aktivitas, membaik dengan istirahat. |
| Kekakuan Pagi | Lama (>30 menit), membaik setelah bergerak. | Singkat (<30 menit). |
| Pembengkakan Sendi | Sering disertai tanda inflamasi (hangat, merah). | Minimal, tanpa tanda inflamasi, mungkin ada osteofit. |
| Gejala Sistemik | Sering ada (demam, fatigue, penurunan BB). | Jarang ada. |
| Pemeriksaan Lab | ESR/CRP ↑, mungkin ada autoantibodi (RF, ANA). | ESR/CRP normal atau sedikit ↑, autoantibodi (-) |
| Analisis Cairan Sendi | Sel PMN >2000/mm3, protein ↑. | Sel PMN <2000/mm3, protein normal. |
| Contoh | Rheumatoid Arthritis, Gout, Spondiloartropati. | Osteoarthritis, Trauma. |
Gejala arthritis bervariasi tergantung jenis dan tingkat keparahannya, namun ada beberapa tanda dan gejala umum yang sering ditemukan:
Diagnosis arthritis memerlukan pendekatan komprehensif yang meliputi:
Tujuan utama tatalaksana arthritis adalah mengurangi nyeri dan inflamasi, mempertahankan fungsi sendi, mencegah kerusakan sendi lebih lanjut, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pendekatan tatalaksana bersifat multifaktorial:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi