Apendisitis Akut

Nyeri perut kanan bawah yang tiba-tiba? Hati-hati, bisa jadi itu apendisitis! Kondisi gawat darurat bedah ini seringkali membingungkan karena manifestasi klinisnya yang bervariasi. Yuk, kuasai seluk-beluk apendisitis, mulai dari patofisiologi hingga tatalaksana, agar kamu siap menghadapi soal UKMPPD dan menyelamatkan pasien!

Definisi

Apendisitis adalah inflamasi akut pada apendiks vermiformis, suatu organ vestigial berbentuk tabung yang melekat pada sekum. Ini merupakan salah satu penyebab tersering nyeri perut akut yang memerlukan tindakan bedah darurat.

Etiologi & Patofisiologi

Penyebab utama apendisitis adalah obstruksi lumen apendiks.

Penyebab obstruksi yang paling sering meliputi:

  • Fekalit (batu feses)
  • Hiperplasia jaringan limfoid (sering pada anak-anak dan remaja)
  • Benda asing (misalnya biji buah, parasit)
  • Tumor (jarang)

Obstruksi menyebabkan penumpukan mukus dan peningkatan tekanan intraluminal, yang kemudian mengganggu aliran vena dan limfatik.

Gangguan ini memicu proliferasi bakteri dan inflamasi, diikuti oleh iskemia dinding apendiks.

Jika tidak ditangani, iskemia dapat berlanjut menjadi gangren dan perforasi, menyebabkan peritonitis.

Manifestasi Klinis

Gejala klasik dimulai dengan nyeri periumbilikal atau epigastrium yang bersifat samar, kemudian bergeser ke kuadran kanan bawah (RLQ) dalam 12-24 jam (migratory pain).

Gejala penyerta lain:

  • Anoreksia (hampir selalu ada)
  • Nausea dan muntah (setelah nyeri perut)
  • Demam ringan (suhu biasanya <38.5°C)
  • Konstipasi atau diare (jarang)

Pemeriksaan fisik:

  • Nyeri tekan maksimal pada titik McBurney (1/3 jarak antara SIAS kanan dan umbilikus).
  • Rebound tenderness (Blumberg sign): nyeri lepas tekan yang menunjukkan iritasi peritoneum.
  • Rovsing sign: nyeri di RLQ saat palpasi di LLQ.
  • Psoas sign: nyeri di RLQ saat paha kanan diekstensikan melawan resistensi atau saat pasien berbaring miring ke kiri dan paha kanan diekstensikan.
  • Obturator sign: nyeri di RLQ saat paha kanan difleksikan 90 derajat lalu dirotasi internal.
  • Peningkatan nyeri saat batuk atau berjalan.
  • Defans muskular (rigiditas dinding perut) pada kasus lanjut.

Penegakan Diagnosis

Diagnosis apendisitis sebagian besar didasarkan pada anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Skor Alvarado (MANTRELS score) dapat digunakan untuk stratifikasi risiko:

Gejala/TandaPoin
Migratory pain1
Anorexia1
Nausea/Vomiting1
Tenderness in RLQ2
Rebound tenderness1
Elevated temperature (>37.3°C)1
Leukocytosis (>10,000/mm³)2
Shift to the left (>75% neutrophils)1
Total10
  • Skor 1-4: Kemungkinan kecil apendisitis, observasi atau pertimbangkan diagnosis lain.
  • Skor 5-6: Kemungkinan apendisitis, observasi lebih lanjut atau pemeriksaan penunjang.
  • Skor 7-10: Kemungkinan besar apendisitis, pertimbangkan operasi.

Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium:

  • Darah Lengkap: Sering ditemukan leukositosis (jumlah leukosit >10.000/mm³) dengan neutrofil dominan (shift to the left).
  • Urinalisis: Untuk menyingkirkan infeksi saluran kemih.
  • Beta-hCG: Untuk menyingkirkan kehamilan ektopik pada wanita usia subur.

Pencitraan:

  • Ultrasonografi (USG): Modalitas awal pilihan, terutama pada wanita hamil dan anak-anak. Tanda khas: apendiks non-kompresibel, diameter >6 mm, dinding menebal, adanya fekalit.
  • Computed Tomography (CT-scan): Sangat akurat, terutama pada kasus atipikal atau diagnosis banding yang luas. Tanda khas: apendiks bengkak, dinding menebal, stranding lemak periapendikular, fekalit.
  • Foto polos abdomen: Umumnya tidak spesifik untuk diagnosis apendisitis, namun dapat menunjukkan fekalit radioopak atau ileus lokal.

Diagnosis Banding

Penting untuk membedakan apendisitis dari kondisi lain dengan nyeri perut kanan bawah:

KondisiCiri Khas
Limfadenitis MesenterikaSering didahului infeksi saluran napas atas, nyeri lebih difus, USG menunjukkan pembesaran kelenjar getah bening mesenterika.
Ileitis Terminalis (Crohn's Disease)Riwayat diare kronis, penurunan berat badan, nyeri perut berulang.
Infeksi Saluran Kemih (ISK)Disuria, frekuensi, urgensi, piuria/bakteriuria pada urinalisis.
Kolik RenalNyeri hebat, menjalar ke selangkangan, hematuria.
Kista Ovarium Torsio/Ruptur (wanita)Nyeri mendadak, riwayat kista, USG pelvis menunjukkan massa adneksa.
Kehamilan Ektopik Terganggu (wanita)Riwayat amenore, nyeri perut bawah mendadak, perdarahan pervaginam, positif β-hCG.
Penyakit Radang Panggul (PID) (wanita)Keputihan purulen, nyeri goyang porsio, riwayat infeksi menular seksual.
Divertikulitis MeckelSangat mirip apendisitis, diagnosis sering ditegakkan saat operasi.

Klasifikasi

  • Apendisitis Akut Sederhana (Simple Appendicitis): Inflamasi tanpa komplikasi, dinding apendiks masih intak.
  • Apendisitis Akut Komplikata:
    • Apendisitis Gangrenosa: Dinding apendiks mengalami nekrosis dan iskemia, namun belum perforasi.
    • Apendisitis Perforasi: Dinding apendiks pecah, menyebabkan peritonitis lokal atau umum, atau pembentukan abses periapendikular.
    • Massa Apendiks (Apendiceal Mass/Phlegmon): Terjadi ketika omentum dan usus sekitarnya melokalisasi inflamasi apendiks yang perforasi, membentuk massa teraba.

Tatalaksana

Prinsip utama: Apendektomi segera.

Pre-operatif:

  • Stabilisasi pasien: Rehidrasi intravena.
  • Antibiotik profilaksis spektrum luas (misalnya Metronidazol + Sefazolin/Sefuroksim) untuk mencegah infeksi luka operasi dan peritonitis.
  • Analgesik setelah diagnosis ditegakkan.

Intra-operatif:

  • Apendektomi terbuka (laparotomi): Dilakukan melalui insisi McBurney atau Rocky-Davis.
  • Apendektomi laparoskopik: Pilihan utama jika tersedia, karena nyeri pasca-operasi lebih ringan, pemulihan lebih cepat, dan kosmetik lebih baik.
  • Pada kasus massa apendiks, tatalaksana bisa berupa antibiotik konservatif diikuti apendektomi elektif (interval appendectomy) 6-8 minggu kemudian, atau apendektomi primer jika massa tidak melokalisir dan pasien memburuk.

Pasca-operatif:

  • Antibiotik dilanjutkan jika ada perforasi atau peritonitis.
  • Manajemen nyeri.
  • Mobilisasi dini.
  • Pemberian nutrisi secara bertahap.

Komplikasi

  • Perforasi apendiks (paling sering dan serius).
  • Peritonitis (lokal atau generalisata).
  • Abses periapendikular.
  • Fistula enterokutan.
  • Ileus paralitik.
  • Sepsis.
  • Infeksi luka operasi.

Prognosis

Dengan diagnosis dini dan apendektomi tepat waktu, prognosis apendisitis akut sangat baik.

Angka mortalitas dan morbiditas meningkat secara signifikan pada kasus perforasi, terutama pada populasi ekstrem usia (anak-anak dan lansia).

Edukasi & Pencegahan

Tidak ada cara spesifik untuk mencegah apendisitis.

Edukasi pasien berfokus pada pengenalan gejala dini dan pentingnya segera mencari pertolongan medis jika mengalami nyeri perut yang mencurigakan.

Penundaan diagnosis dan tatalaksana meningkatkan risiko komplikasi serius.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds