Apendisitis Akut

Nyeri perut kanan bawah yang berpindah-pindah, mual, muntah, demam ringan? Hati-hati, itu bisa jadi alarm apendisitis akut! Kondisi gawat darurat bedah yang sering bikin mahasiswa kedokteran pusing tujuh keliling saat jaga IGD. Penanganan yang cepat dan tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius. Yuk, kuasai seluk-beluk apendisitis mulai dari etiologi hingga tatalaksana definitif agar kamu siap menghadapi UKMPPD dan menyelamatkan pasien!

Definisi

Apendisitis akut adalah inflamasi atau peradangan akut pada apendiks vermiformis, yang merupakan organ vestigial berbentuk tabung kecil yang menonjol dari sekum. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab tersering nyeri abdomen akut yang memerlukan intervensi bedah.

Etiologi & Patofisiologi

Penyebab utama apendisitis akut adalah obstruksi lumen apendiks, yang kemudian menyebabkan peningkatan tekanan intraluminal dan iskemia. Obstruksi dapat disebabkan oleh:

  • Fekalit (paling sering): Massa tinja yang mengeras.
  • Hiperplasia jaringan limfoid: Pembesaran folikel limfoid di dinding apendiks, sering pada anak-anak dan remaja.
  • Benda asing: Seperti biji-bijian, parasit (misalnya Ascaris lumbricoides).
  • Tumor: Jarang, bisa karsinoid atau adenokarsinoma.

Setelah terjadi obstruksi, akan terjadi:

  1. Sekresi mukus terus berlanjut, menyebabkan peningkatan tekanan intraluminal.
  2. Tekanan yang meningkat menekan aliran darah vena, menyebabkan kongesti dan iskemia.
  3. Iskemia dan kongesti memfasilitasi pertumbuhan bakteri dalam lumen apendiks.
  4. Invasi bakteri ke dinding apendiks menyebabkan inflamasi, edema, dan ulserasi.
  5. Jika tidak ditangani, iskemia berlanjut menjadi nekrosis, dan dinding apendiks dapat ruptur (perforasi), menyebabkan peritonitis lokal atau generalisata.

Manifestasi Klinis

Gejala dan tanda klinis apendisitis akut seringkali bervariasi, namun ada pola klasik yang penting untuk dikenali:

  • Nyeri perut: Khas dimulai di daerah periumbilikal atau epigastrium (visceral pain), kemudian dalam 12-24 jam berpindah ke kuadran kanan bawah (RLQ) atau titik McBurney (parietal pain). Nyeri bersifat terus-menerus dan memberat.
  • Anoreksia: Hampir selalu ada, sering menjadi gejala awal.
  • Mual dan Muntah: Terjadi setelah onset nyeri, tidak mendahului nyeri.
  • Demam: Umumnya demam ringan (37.5-38.5°C). Demam tinggi dapat mengindikasikan perforasi.
  • Konstipasi atau Diare: Bisa terjadi, terutama jika apendiks iritasi rektum atau ileum terminal.

Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan:

  • Nyeri tekan titik McBurney: Titik 1/3 lateral dari umbilikus ke SIAS kanan.
  • Nyeri lepas (rebound tenderness): Nyeri yang memburuk saat tekanan dilepaskan secara tiba-tiba.
  • Defans muskular (guarding): Kontraksi involunter otot dinding perut saat palpasi.
  • Tanda Rovsing: Nyeri di RLQ saat palpasi di LLQ (tekanan di LLQ mendorong gas ke sekum dan apendiks).
  • Tanda Psoas: Nyeri di RLQ saat panggul kanan diekstensikan atau fleksi panggul kanan melawan resistensi (iritasi otot psoas).
  • Tanda Obturator: Nyeri di RLQ saat fleksi panggul kanan dan rotasi internal panggul (iritasi otot obturator internus).

Penegakan Diagnosis

Diagnosis apendisitis akut sebagian besar adalah klinis, didukung oleh pemeriksaan penunjang. Skoring klinis seperti Alvarado Score atau AIR Score (Apendicitis Inflammatory Response Score) dapat membantu dalam stratifikasi risiko.

  • Alvarado Score (MANTRELS):
    • Migratory pain (1 poin)
    • Anorexia (1 poin)
    • Nausea/Vomiting (1 poin)
    • Tenderness in RLQ (2 poin)
    • Rebound tenderness (1 poin)
    • Elevated temperature (>37.3°C) (1 poin)
    • Leukocytosis (>10.000/mm³) (2 poin)
    • Shift to the left (neutrophilia >75%) (1 poin)
  • Interpretasi Alvarado Score:
    • ≤ 4: Rendah kemungkinan apendisitis.
    • 5-6: Kemungkinan apendisitis, observasi atau pemeriksaan lebih lanjut.
    • 7-8: Sangat mungkin apendisitis.
    • ≥ 9: Diagnosis apendisitis kuat.

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang membantu mengkonfirmasi diagnosis dan menyingkirkan diagnosis banding.

  • Laboratorium:
    • Darah Lengkap: Sering menunjukkan leukositosis (jumlah leukosit >10.000/mm³) dengan dominasi neutrofil (shift to the left).
    • C-Reactive Protein (CRP): Sering meningkat, indikator inflamasi.
    • Urinalisis: Untuk menyingkirkan infeksi saluran kemih atau urolithiasis.
    • β-hCG: Pada wanita usia subur untuk menyingkirkan kehamilan ektopik.
  • Pencitraan:
    • Ultrasonografi (USG): Pemeriksaan lini pertama, non-invasif. Tanda-tanda apendisitis: apendiks non-kompresibel, diameter >6 mm, penebalan dinding, ada fekalit, atau cairan periapendikular.
    • CT Scan Abdomen: Gold standard untuk diagnosis apendisitis akut, terutama pada kasus atipikal atau komplikasi. Menunjukkan apendiks yang membesar, penebalan dinding, stranding lemak periapendikular, atau abses.

Diagnosis Banding

Nyeri perut kanan bawah dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Penting untuk membedakannya dari apendisitis akut:

KondisiPerbedaan Kunci dari Apendisitis
Mesenterik AdenitisSering pada anak, riwayat infeksi saluran napas atas, nyeri difus/multi-lokasi, limfadenopati mesenterika pada USG.
Divertikulitis Meckel'sNyeri di RLQ, sulit dibedakan klinis, diagnosis sering intraoperatif.
Penyakit Radang Panggul (PID)Pada wanita, riwayat aktivitas seksual, keputihan, nyeri bilateral/suprapubik, nyeri goyang porsio.
Kehamilan Ektopik RupturPada wanita usia subur, riwayat amenore, nyeri mendadak, syok, positif β-hCG.
Kista Ovarium Ruptur/TorsioPada wanita, nyeri mendadak, sering unilateral, riwayat kista.
Urolithiasis (Batu Saluran Kemih)Nyeri kolik menjalar ke panggul/genitalia, hematuria, nyeri ketok CVA.
Pielonefritis AkutDemam tinggi, disuria, nyeri ketok CVA, piuria.
Ileitis Terminalis (Crohn's Disease)Riwayat diare kronis, penurunan berat badan, nyeri RLQ kronis/rekuren.
Divertikulitis (Kanan)Lebih sering pada usia tua, demam, leukositosis.
Gastroenteritis AkutDiare dominan, mual/muntah mendahului nyeri, kram perut difus.

Tatalaksana

Tatalaksana definitif apendisitis akut adalah pembedahan. Namun, ada beberapa langkah awal yang perlu dilakukan.

Non-Farmakologis:

  • Puasa (NPO): Untuk persiapan operasi.
  • Pemasangan IV line: Untuk rehidrasi dan pemberian obat intravena.
  • Pemasangan kateter urin: Jika ada indikasi (misalnya, pasien tidak dapat berkemih).

Farmakologis:

  • Terapi Cairan IV: Untuk mengkoreksi dehidrasi.
  • Analgesik: Untuk meredakan nyeri (misalnya, parasetamol, opioid).
  • Antibiotik Spektrum Luas: Diberikan secara intravena sebagai profilaksis pre-operasi, atau terapi jika sudah ada perforasi/abses. Contoh: Metronidazol + Cefazolin/Ceftriaxone atau Piperacillin-Tazobactam.

Tatalaksana Definitif (Bedah):

  • Apendektomi: Pengangkatan apendiks yang meradang.
    • Laparoskopi: Pilihan utama, kurang invasif, pemulihan lebih cepat, nyeri pasca-operasi lebih ringan, bekas luka lebih kecil.
    • Open Apendektomi: Dilakukan melalui insisi kecil di RLQ (misalnya, insisi McBurney atau Rocky-Davis), umumnya jika ada kontraindikasi laparoskopi atau pada kasus komplikasi berat.

Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, apendisitis akut dapat menyebabkan komplikasi serius:

  • Perforasi Apendiks: Ruptur dinding apendiks, menyebabkan isi lumen keluar ke rongga peritoneum.
  • Abses Periapendikular: Kumpulan nanah di sekitar apendiks yang perforasi, terlokalisasi oleh omentum dan usus.
  • Peritonitis: Inflamasi menyeluruh pada peritoneum, bisa lokal atau generalisata, sangat berbahaya.
  • Flegmon Apendiks: Massa inflamasi tanpa pembentukan abses yang jelas, sering terjadi jika perforasi terlokalisasi.
  • Ileus Paralitik: Gangguan motilitas usus akibat inflamasi berat.
  • Sepsis: Respon inflamasi sistemik yang mengancam jiwa.

Prognosis

Prognosis apendisitis akut sangat baik dengan diagnosis dini dan penanganan bedah yang tepat waktu. Angka mortalitas dan morbiditas rendah. Namun, jika terjadi perforasi, morbiditas meningkat secara signifikan karena risiko abses, peritonitis, dan sepsis.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds