Ankylosing Spondylitis dan Spondilitis Tuberkulosis: Diagnosis Banding Penting

Nyeri punggung kronis pada pasien muda? Bisa jadi Ankylosing Spondylitis, tapi jangan lupakan juga Spondilitis Tuberkulosis, terutama di negara endemis! Kedua kondisi ini seringkali membingungkan namun memiliki tatalaksana yang sangat berbeda. Yuk, kuasai perbedaannya agar kamu bisa menegakkan diagnosis yang tepat dan memberikan penanganan yang akurat!

Pendahuluan: Mengapa Penting Membedakan?

Ankylosing Spondylitis (AS) dan Spondilitis Tuberkulosis (TB Spondylitis) adalah dua kondisi yang dapat menyebabkan nyeri punggung kronis dan kerusakan tulang belakang. Meskipun etiologi dan patofisiologinya sangat berbeda, manifestasi klinis awal bisa tumpang tindih, terutama di daerah dengan prevalensi TB yang tinggi.

Membedakan keduanya sangat krusial karena penatalaksanaannya berlawanan: AS memerlukan imunosupresi, sementara TB spondylitis memerlukan terapi antibiotik jangka panjang. Kesalahan diagnosis dapat berakibat fatal.

Ankylosing Spondylitis: Gambaran Umum

Definisi: Ankylosing Spondylitis adalah penyakit inflamasi kronis yang terutama menyerang sendi aksial, terutama sendi sakroiliaka dan tulang belakang, serta entesis. Ini adalah prototipe dari kelompok spondiloartropati seronegatif.

  • Etiopatogenesis: Penyebabnya multifaktorial, melibatkan faktor genetik (terutama hubungan kuat dengan HLA-B27), lingkungan, dan imunologis. Inflamasi kronis menyebabkan osifikasi dan fusi tulang belakang (ankylosis).
  • Manifestasi Klinis:

    Pasien biasanya mengeluh nyeri punggung inflamasi (lebih baik dengan aktivitas, memburuk dengan istirahat, terutama di pagi hari dan malam hari, disertai kekakuan pagi >30 menit). Manifestasi lain meliputi:

    • Sakroiliitis: Nyeri bokong unilateral/bilateral.
    • Enthesitis: Inflamasi pada insersi tendon/ligamen ke tulang (misal: nyeri tumit, plantar fasciitis, nyeri dada).
    • Artritis perifer: Umumnya asimetris, menyerang sendi besar tungkai bawah.
    • Manifestasi ekstra-artikular: Uveitis anterior akut (paling sering), penyakit radang usus (IBD), psoriasis, insufisiensi aorta, fibrosis paru bagian atas (jarang).
  • Penegakan Diagnosis:

    Diagnosis didasarkan pada kriteria klinis dan radiologis (Kriteria New York Modifikasi atau kriteria ASAS). Pemeriksaan penunjang meliputi:

    • Laboratorium: Peningkatan ESR/CRP (indikator inflamasi, tidak spesifik), positif HLA-B27 (mendukung, tidak diagnostik).
    • Pencitraan: X-ray sendi sakroiliaka (gambaran sakroiliitis bilateral simetris, sklerosis, erosi, fusi). MRI sendi sakroiliaka lebih sensitif untuk mendeteksi inflamasi awal (edema sumsum tulang). X-ray tulang belakang dapat menunjukkan squaring vertebra, sindesmofit, dan bamboo spine pada stadium lanjut.
  • Tatalaksana:

    Tujuan tatalaksana adalah mengurangi nyeri, kekakuan, mencegah kerusakan struktural, dan mempertahankan fungsi. Meliputi:

    • Non-farmakologis: Fisioterapi, latihan fisik teratur, edukasi postur.
    • Farmakologis: NSAID (lini pertama untuk nyeri dan kekakuan), DMARDs (Sulfasalazine, Metotreksat untuk artritis perifer), Terapi Biologik (penghambat TNF-α seperti Adalimumab, Etanercept, atau penghambat IL-17 seperti Secukinumab) untuk kasus berat atau yang tidak respons dengan NSAID.

Spondilitis Tuberkulosis: Gambaran Umum

Definisi: Spondilitis Tuberkulosis (Pott’s Disease) adalah bentuk tuberkulosis ekstrapulmoner yang menyerang tulang belakang, biasanya akibat penyebaran hematogen dari fokus primer di paru atau tempat lain.

  • Etiopatogenesis: Disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis. Bakteri menyebar ke korpus vertebra, menyebabkan osteomielitis dan diskitis, yang dapat berkembang menjadi destruksi vertebra, abses paravertebra, dan deformitas.
  • Manifestasi Klinis:

    Gejala bersifat subakut hingga kronis. Seringkali didahului oleh gejala konstitusional TB:

    • Gejala konstitusional: Demam subfebris, keringat malam, penurunan berat badan, malaise, anoreksia.
    • Nyeri punggung terlokalisir: Nyeri bersifat mekanik (memburuk dengan aktivitas, membaik dengan istirahat), tidak inflamasi.
    • Abses: Abses paravertebra (sering), abses psoas (pada TB torakolumbal).
    • Defisit neurologis: Kompresi medula spinalis dapat menyebabkan mielopati, kelemahan tungkai (Pott's paraplegia), gangguan sensorik.
    • Deformitas: Gibbus (angulasi tajam tulang belakang) akibat kolaps vertebra.
  • Penegakan Diagnosis:

    Membutuhkan indeks kecurigaan tinggi, terutama di daerah endemis. Pemeriksaan penunjang meliputi:

    • Laboratorium: Peningkatan ESR/CRP (tidak spesifik), leukositosis (bila ada abses), tes TB (GeneXpert, kultur BTA dari biopsi, TST/IGRA).
    • Pencitraan: X-ray tulang belakang (penyempitan ruang diskus, destruksi korpus vertebra, kolaps vertebra, gibbus, abses paravertebra). MRI tulang belakang (lebih sensitif untuk melihat destruksi tulang, abses, kompresi medula spinalis).
    • Biopsi: Biopsi jarum terpandu atau biopsi terbuka dari lesi vertebra untuk diagnosis pasti (histopatologi granuloma kaseosa dan kultur BTA).
  • Tatalaksana:

    Tatalaksana utama adalah terapi Obat Anti-Tuberkulosis (OAT) jangka panjang (minimal 6-12 bulan, sesuai regimen TB). Intervensi bedah mungkin diperlukan untuk:

    • Dekompression medula spinalis pada defisit neurologis progresif.
    • Stabilisasi tulang belakang pada ketidakstabilan atau deformitas berat.
    • Drainase abses besar.

Perbandingan Kunci: Ankylosing Spondylitis vs. Spondilitis Tuberkulosis

KriteriaAnkylosing SpondylitisSpondilitis Tuberkulosis
PenyebabPenyakit autoimun/inflamasi, genetik (HLA-B27)Infeksi Mycobacterium tuberculosis
Nyeri PunggungInflamasi (membaik dengan aktivitas, memburuk dengan istirahat, kekakuan pagi >30 menit)Mekanik (memburuk dengan aktivitas, membaik dengan istirahat, nyeri terlokalisir)
Gejala KonstitusionalUmumnya minimal/tidak ada, kecuali pada penyakit beratSering ada (demam, keringat malam, BB turun)
Sendi SakroiliakaSering terlibat (sakroiliitis bilateral simetris)Jarang terlibat secara primer, jika ada biasanya unilateral
Pemeriksaan LabHLA-B27 (+) sering, ESR/CRP meningkatTes TB (+) (GeneXpert, kultur), ESR/CRP meningkat
Gambaran RadiologiSakroiliitis bilateral, squaring vertebra, sindesmofit, bamboo spineDestruksi korpus vertebra, penyempitan ruang diskus, abses paravertebra, gibbus
Komplikasi KhasUveitis, insufisiensi aorta, fibrosis paru, fraktur vertebraPott's paraplegia, gibbus, abses psoas
TatalaksanaNSAID, DMARDs, Biologik, FisioterapiObat Anti-Tuberkulosis (OAT), Bedah (bila ada komplikasi)

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds