Ankylosing Spondylitis (AS) dan Spondilitis Tuberkulosis (TB Spondylitis) adalah dua kondisi yang dapat menyebabkan nyeri punggung kronis dan kerusakan tulang belakang. Meskipun etiologi dan patofisiologinya sangat berbeda, manifestasi klinis awal bisa tumpang tindih, terutama di daerah dengan prevalensi TB yang tinggi.
Membedakan keduanya sangat krusial karena penatalaksanaannya berlawanan: AS memerlukan imunosupresi, sementara TB spondylitis memerlukan terapi antibiotik jangka panjang. Kesalahan diagnosis dapat berakibat fatal.
Definisi: Ankylosing Spondylitis adalah penyakit inflamasi kronis yang terutama menyerang sendi aksial, terutama sendi sakroiliaka dan tulang belakang, serta entesis. Ini adalah prototipe dari kelompok spondiloartropati seronegatif.
Pasien biasanya mengeluh nyeri punggung inflamasi (lebih baik dengan aktivitas, memburuk dengan istirahat, terutama di pagi hari dan malam hari, disertai kekakuan pagi >30 menit). Manifestasi lain meliputi:
Diagnosis didasarkan pada kriteria klinis dan radiologis (Kriteria New York Modifikasi atau kriteria ASAS). Pemeriksaan penunjang meliputi:
Tujuan tatalaksana adalah mengurangi nyeri, kekakuan, mencegah kerusakan struktural, dan mempertahankan fungsi. Meliputi:
Definisi: Spondilitis Tuberkulosis (Pott’s Disease) adalah bentuk tuberkulosis ekstrapulmoner yang menyerang tulang belakang, biasanya akibat penyebaran hematogen dari fokus primer di paru atau tempat lain.
Gejala bersifat subakut hingga kronis. Seringkali didahului oleh gejala konstitusional TB:
Membutuhkan indeks kecurigaan tinggi, terutama di daerah endemis. Pemeriksaan penunjang meliputi:
Tatalaksana utama adalah terapi Obat Anti-Tuberkulosis (OAT) jangka panjang (minimal 6-12 bulan, sesuai regimen TB). Intervensi bedah mungkin diperlukan untuk:
| Kriteria | Ankylosing Spondylitis | Spondilitis Tuberkulosis |
|---|---|---|
| Penyebab | Penyakit autoimun/inflamasi, genetik (HLA-B27) | Infeksi Mycobacterium tuberculosis |
| Nyeri Punggung | Inflamasi (membaik dengan aktivitas, memburuk dengan istirahat, kekakuan pagi >30 menit) | Mekanik (memburuk dengan aktivitas, membaik dengan istirahat, nyeri terlokalisir) |
| Gejala Konstitusional | Umumnya minimal/tidak ada, kecuali pada penyakit berat | Sering ada (demam, keringat malam, BB turun) |
| Sendi Sakroiliaka | Sering terlibat (sakroiliitis bilateral simetris) | Jarang terlibat secara primer, jika ada biasanya unilateral |
| Pemeriksaan Lab | HLA-B27 (+) sering, ESR/CRP meningkat | Tes TB (+) (GeneXpert, kultur), ESR/CRP meningkat |
| Gambaran Radiologi | Sakroiliitis bilateral, squaring vertebra, sindesmofit, bamboo spine | Destruksi korpus vertebra, penyempitan ruang diskus, abses paravertebra, gibbus |
| Komplikasi Khas | Uveitis, insufisiensi aorta, fibrosis paru, fraktur vertebra | Pott's paraplegia, gibbus, abses psoas |
| Tatalaksana | NSAID, DMARDs, Biologik, Fisioterapi | Obat Anti-Tuberkulosis (OAT), Bedah (bila ada komplikasi) |

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi