Angina Pektoris Stabil adalah sindrom klinis yang ditandai dengan nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, leher, rahang, lengan, atau area epigastrium, yang dicetuskan oleh aktivitas fisik atau stres emosional dan mereda dengan istirahat atau pemberian nitrat sublingual. Ini merupakan manifestasi paling umum dari iskemia miokard akibat ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard yang disebabkan oleh aterosklerosis koroner.
Penyebab utama angina pektoris stabil adalah aterosklerosis arteri koroner yang menyebabkan penyempitan lumen pembuluh darah. Penyempitan ini membatasi aliran darah ke miokard, terutama saat kebutuhan oksigen meningkat (misalnya saat beraktivitas).
Faktor risiko angina pektoris stabil serupa dengan faktor risiko PJK secara umum. Identifikasi dan modifikasi faktor risiko sangat penting untuk pencegahan dan tatalaksana.
Nyeri dada merupakan gejala utama angina. Karakteristik nyeri dada angina pektoris stabil sering disebut sebagai trias klasik:
Gejala penyerta lain bisa meliputi dispnea, mual, berkeringat, dan kelelahan.
Diagnosis angina pektoris stabil ditegakkan berdasarkan anamnesis yang cermat, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Tingkat keparahan angina pektoris stabil dapat diklasifikasikan menggunakan Canadian Cardiovascular Society (CCS) Grading of Angina:
| Kelas | Deskripsi |
|---|---|
| Kelas I | Aktivitas fisik biasa tidak menyebabkan angina. Angina hanya terjadi pada aktivitas berat, cepat, atau berkepanjangan. |
| Kelas II | Angina ringan saat aktivitas biasa. Contoh: berjalan atau menaiki tangga dengan cepat, berjalan menanjak, berjalan atau menaiki tangga setelah makan, saat stres emosional, atau pada beberapa jam pertama setelah bangun tidur. |
| Kelas III | Angina saat berjalan 1-2 blok atau menaiki 1 lantai tangga dengan kecepatan normal dalam kondisi biasa. Sangat membatasi aktivitas fisik biasa. |
| Kelas IV | Angina dapat terjadi saat istirahat. Setiap aktivitas fisik menyebabkan angina. Tidak mampu melakukan aktivitas fisik apa pun tanpa rasa tidak nyaman. |
Penting untuk membedakan nyeri dada angina dari penyebab lain yang mungkin memiliki gejala serupa:
Tujuan tatalaksana adalah mengurangi gejala, mencegah komplikasi (misalnya infark miokard), dan meningkatkan kualitas hidup.
Prognosis angina pektoris stabil bervariasi tergantung pada derajat keparahan PJK, fungsi ventrikel kiri, dan keberhasilan modifikasi faktor risiko. Dengan tatalaksana yang tepat, banyak pasien dapat memiliki kualitas hidup yang baik.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi