Angina Pektoris Stabil

Angina pektoris stabil adalah manifestasi umum dari penyakit jantung koroner (PJK) akibat iskemia miokard yang reversibel. Kondisi ini sering menjadi topik kunci dalam UKMPPD, lho! Memahami definisinya, faktor risiko, manifestasi klinis yang khas, hingga tatalaksana yang tepat adalah modal utama untuk lulus ujian dan menjadi dokter kompeten. Yuk, selami lebih dalam konsep penting ini!

Definisi

Angina Pektoris Stabil adalah sindrom klinis yang ditandai dengan nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, leher, rahang, lengan, atau area epigastrium, yang dicetuskan oleh aktivitas fisik atau stres emosional dan mereda dengan istirahat atau pemberian nitrat sublingual. Ini merupakan manifestasi paling umum dari iskemia miokard akibat ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard yang disebabkan oleh aterosklerosis koroner.

Etiologi & Patofisiologi

Penyebab utama angina pektoris stabil adalah aterosklerosis arteri koroner yang menyebabkan penyempitan lumen pembuluh darah. Penyempitan ini membatasi aliran darah ke miokard, terutama saat kebutuhan oksigen meningkat (misalnya saat beraktivitas).

  • Aterosklerosis: Pembentukan plak di dinding arteri koroner.
  • Ketidakseimbangan Suplai-Demand Oksigen: Saat aktivitas, jantung membutuhkan lebih banyak oksigen. Jika arteri koroner menyempit, suplai oksigen tidak dapat memenuhi kebutuhan, menyebabkan iskemia miokard.
  • Iskemia Miokard: Kekurangan oksigen pada otot jantung yang memicu pelepasan substansi vasoaktif dan nyeri dada.

Faktor Risiko

Faktor risiko angina pektoris stabil serupa dengan faktor risiko PJK secara umum. Identifikasi dan modifikasi faktor risiko sangat penting untuk pencegahan dan tatalaksana.

  • Faktor Risiko Mayor yang Dapat Dimodifikasi:
    • Hipertensi
    • Dislipidemia (terutama peningkatan LDL dan penurunan HDL)
    • Diabetes Mellitus
    • Merokok
    • Obesitas
    • Kurang aktivitas fisik
    • Stres psikososial
  • Faktor Risiko Mayor yang Tidak Dapat Dimodifikasi:
    • Usia lanjut
    • Jenis kelamin (laki-laki lebih tinggi, wanita pascamenopause)
    • Riwayat keluarga PJK dini

Manifestasi Klinis

Nyeri dada merupakan gejala utama angina. Karakteristik nyeri dada angina pektoris stabil sering disebut sebagai trias klasik:

  1. Lokasi: Substernal, menyebar ke leher, rahang, bahu kiri, lengan kiri (terutama sisi ulnar), punggung, atau epigastrium.
  2. Kualitas: Rasa tertekan, berat, diremas, panas, atau sesak. Jarang tajam atau seperti ditusuk.
  3. Pencetus & Pereda: Dicetuskan oleh aktivitas fisik (berjalan cepat, menaiki tangga), stres emosional, udara dingin, atau makan berat. Mereda dengan istirahat atau nitrat sublingual dalam 5-10 menit.

Gejala penyerta lain bisa meliputi dispnea, mual, berkeringat, dan kelelahan.

Penegakan Diagnosis

Diagnosis angina pektoris stabil ditegakkan berdasarkan anamnesis yang cermat, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

  • Anamnesis: Mengidentifikasi karakteristik nyeri dada tipikal angina (lokasi, kualitas, pencetus, pereda, durasi) dan faktor risiko PJK.
  • Pemeriksaan Fisik: Seringkali normal saat tidak ada serangan. Dapat ditemukan tanda-tanda faktor risiko (misalnya xanthelasma pada dislipidemia, bising karotis). Saat serangan, dapat ditemukan takikardia, peningkatan tekanan darah, atau S4.
  • Elektrokardiogram (EKG) Istirahat: Seringkali normal. Dapat menunjukkan tanda PJK lama (gelombang Q patologis), hipertrofi ventrikel kiri, atau perubahan segmen ST-T non-spesifik.
  • Uji Stres (Stress Test):
    • EKG Treadmill/Sepeda Ergometer: Paling sering digunakan. Positif jika terjadi depresi segmen ST ≥1 mm pada sadapan yang relevan.
    • Ekokardiografi Stres: Untuk pasien dengan EKG istirahat abnormal atau tidak dapat melakukan uji treadmill.
    • Pencitraan Perfusi Miokard (SPECT/PET): Digunakan jika uji stres EKG tidak dapat diinterpretasi atau hasilnya meragukan.
  • Angiografi Koroner: Standar emas untuk visualisasi anatomi arteri koroner, menunjukkan lokasi dan derajat penyempitan. Indikasi untuk pasien dengan gejala berat, hasil uji stres yang sangat positif, atau gagal dengan terapi medis.

Klasifikasi

Tingkat keparahan angina pektoris stabil dapat diklasifikasikan menggunakan Canadian Cardiovascular Society (CCS) Grading of Angina:

KelasDeskripsi
Kelas IAktivitas fisik biasa tidak menyebabkan angina. Angina hanya terjadi pada aktivitas berat, cepat, atau berkepanjangan.
Kelas IIAngina ringan saat aktivitas biasa. Contoh: berjalan atau menaiki tangga dengan cepat, berjalan menanjak, berjalan atau menaiki tangga setelah makan, saat stres emosional, atau pada beberapa jam pertama setelah bangun tidur.
Kelas IIIAngina saat berjalan 1-2 blok atau menaiki 1 lantai tangga dengan kecepatan normal dalam kondisi biasa. Sangat membatasi aktivitas fisik biasa.
Kelas IVAngina dapat terjadi saat istirahat. Setiap aktivitas fisik menyebabkan angina. Tidak mampu melakukan aktivitas fisik apa pun tanpa rasa tidak nyaman.

Diagnosis Banding

Penting untuk membedakan nyeri dada angina dari penyebab lain yang mungkin memiliki gejala serupa:

  • Nyeri Dada Non-Kardiak:
    • Gastrointestinal: Refluks gastroesofageal (GERD), spasme esofagus, ulkus peptikum.
    • Muskuloskeletal: Kostokondritis, nyeri otot interkostal, radikulopati servikal.
    • Psikogenik: Gangguan panik, kecemasan.
  • Nyeri Dada Kardiak Non-Angina:
    • Perikarditis: Nyeri tajam, pleuritik, membaik saat duduk membungkuk ke depan.
    • Diseksi Aorta: Nyeri dada hebat, tiba-tiba, menyebar ke punggung.
    • Emboli Paru: Nyeri pleuritik, dispnea akut, takikardia.

Tatalaksana

Tujuan tatalaksana adalah mengurangi gejala, mencegah komplikasi (misalnya infark miokard), dan meningkatkan kualitas hidup.

Tatalaksana Non-Farmakologis:

  • Modifikasi Gaya Hidup:
    • Berhenti merokok.
    • Diet sehat (rendah lemak jenuh, kolesterol, garam).
    • Olahraga teratur (setelah konsultasi dokter).
    • Penurunan berat badan jika obesitas.
    • Manajemen stres.

Tatalaksana Farmakologis:

  • Antiplatelet: Aspirin (dosis rendah) adalah terapi lini pertama untuk mencegah kejadian kardiovaskular. Klopidogrel sebagai alternatif jika alergi aspirin.
  • Nitrat:
    • Nitrat kerja cepat (sublingual): Untuk meredakan serangan akut.
    • Nitrat kerja panjang (oral/transdermal): Untuk pencegahan serangan.
  • Beta-blocker: Lini pertama untuk mengurangi frekuensi serangan angina dan meningkatkan toleransi aktivitas. Menurunkan denyut jantung dan kontraktilitas miokard.
  • Calcium Channel Blocker (CCB): Digunakan jika beta-blocker kontraindikasi atau tidak efektif. Dapat menurunkan kebutuhan oksigen miokard dan meningkatkan suplai oksigen.
  • Statin: Untuk menurunkan kadar kolesterol LDL dan menstabilkan plak aterosklerotik.
  • ACE Inhibitor/ARB: Direkomendasikan pada pasien dengan hipertensi, diabetes, disfungsi ventrikel kiri, atau penyakit ginjal kronis.
  • Ranolazine: Obat anti-angina alternatif yang dapat digunakan pada pasien yang tidak responsif terhadap terapi lain.

Revaskularisasi:

  • Percutaneous Coronary Intervention (PCI): Pemasangan stent untuk membuka arteri koroner yang menyempit.
  • Coronary Artery Bypass Graft (CABG): Operasi bypass untuk membuat jalur baru bagi aliran darah ke jantung. Dipertimbangkan pada penyakit multi-vessel atau lesi kompleks.

Prognosis & Edukasi

Prognosis angina pektoris stabil bervariasi tergantung pada derajat keparahan PJK, fungsi ventrikel kiri, dan keberhasilan modifikasi faktor risiko. Dengan tatalaksana yang tepat, banyak pasien dapat memiliki kualitas hidup yang baik.

  • Edukasi Pasien: Penting untuk mengedukasi pasien tentang pentingnya modifikasi gaya hidup, kepatuhan minum obat, dan mengenali gejala yang memburuk (misalnya, angina yang menjadi lebih sering, lebih berat, atau muncul saat istirahat – indikasi angina tidak stabil).
  • Pencegahan: Kontrol faktor risiko (hipertensi, diabetes, dislipidemia), berhenti merokok, diet sehat, dan aktivitas fisik teratur adalah kunci pencegahan progresivitas PJK.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds