Aneurisma Aorta Abdominalis (AAA) adalah dilatasi atau pelebaran abnormal pada segmen aorta abdominalis. Kondisi ini didefinisikan secara medis sebagai pelebaran diameter aorta abdominalis yang permanen dan terlokalisir, setidaknya 1,5 kali diameter normal.
Secara umum, diameter aorta abdominalis normal pada pria dewasa adalah sekitar 2 cm, sehingga AAA seringkali dianggap signifikan jika diameternya mencapai ≥ 3 cm.
Etiologi AAA bersifat multifaktorial, namun aterosklerosis adalah penyebab paling umum. Faktor risiko lain yang mempercepat perkembangan dan ruptur AAA meliputi:
Patofisiologi AAA melibatkan kerusakan progresif pada dinding aorta, terutama lapisan media. Proses ini didominasi oleh:
Sebagian besar AAA bersifat asimtomatik dan sering ditemukan secara insidental saat pemeriksaan pencitraan untuk kondisi lain. Namun, jika AAA membesar atau terjadi komplikasi, gejala dapat timbul:
Diagnosis AAA ditegakkan melalui kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan pencitraan.
Merupakan metode skrining dan pemantauan pilihan karena non-invasif, murah, dan akurat dalam mengukur diameter aorta. Ideal untuk skrining populasi berisiko tinggi (pria >65 tahun dengan riwayat merokok).
Standar emas untuk diagnosis, evaluasi ukuran, morfologi, dan perencanaan pra-operasi. Memberikan gambaran detail mengenai hubungan AAA dengan arteri renalis dan bifurkasi iliaka. Sangat penting untuk kasus ruptur atau dugaan ruptur.
Alternatif untuk pasien yang tidak dapat menerima kontras iodin. Memberikan informasi serupa dengan CT Angiography.
Dapat menunjukkan kalsifikasi pada dinding aorta yang mengindikasikan AAA, namun bukan metode diagnostik utama.
Tatalaksana AAA tergantung pada ukuran, gejala, dan risiko ruptur.
Sangat penting untuk memperlambat pertumbuhan AAA dan mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular lainnya.
Indikasi intervensi:
Pilihan intervensi:
Penggantian segmen aorta yang aneurismatik dengan graft sintetis. Merupakan standar emas dan masih menjadi pilihan untuk kasus tertentu (misalnya, anatomi yang tidak cocok untuk EVAR). Memiliki durabilitas jangka panjang yang baik.
Prosedur minimal invasif di mana stent graft dimasukkan melalui arteri femoralis dan diposisikan di dalam aneurisma untuk mengisolasi aliran darah dari dinding aneurisma. Keuntungan termasuk waktu pemulihan lebih cepat dan risiko perioperatif lebih rendah. Namun, memerlukan pemantauan seumur hidup untuk komplikasi endoleak.
Merupakan kegawatdaruratan medis dengan angka mortalitas sangat tinggi. Tatalaksana meliputi:
Komplikasi AAA dapat sangat serius, bahkan mengancam jiwa:
Edukasi pasien dan pencegahan sangat penting dalam manajemen AAA:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi