Anemia Neonatorum adalah kondisi di mana kadar hemoglobin (Hb) atau hematokrit (Ht) pada neonatus berada di bawah rentang normal untuk usia gestasi dan usia pascanatalnya.
Secara umum, ambang batas yang sering digunakan adalah:
Penting untuk diingat bahwa kadar Hb neonatus secara fisiologis lebih tinggi dibandingkan dewasa dan akan menurun secara bertahap dalam beberapa minggu pertama kehidupan.
Penyebab anemia neonatorum dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori utama:
Patofisiologi anemia neonatorum sangat bergantung pada etiologinya:
Gejala klinis anemia neonatorum bervariasi tergantung pada penyebab, kecepatan onset, dan tingkat keparahan anemia:
Diagnosis anemia neonatorum didasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium:
Meskipun anemia itu sendiri adalah diagnosis, penting untuk mencari penyebabnya. Diagnosis banding juga dapat mencakup kondisi yang menyerupai anemia:
Anemia neonatorum dapat diklasifikasikan berdasarkan waktu onset dan mekanisme:
| Kriteria | Anemia Dini (Early Anemia) | Anemia Lambat (Late Anemia) |
| Waktu Onset | Dalam 24-72 jam pertama kehidupan | Setelah 72 jam pertama kehidupan (biasanya setelah minggu pertama) |
| Penyebab Umum |
|
|
| Gejala Khas | Sering berat, syok, hidrops fetalis, ikterus berat | Pucat progresif, takikardia, gangguan tumbuh kembang |
Tatalaksana anemia neonatorum berfokus pada stabilisasi kondisi bayi, mengatasi penyebab yang mendasari, dan transfusi darah jika diperlukan.
Anemia neonatorum, terutama yang berat atau tidak tertangani, dapat menyebabkan komplikasi serius:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi