Meskipun sering tertukar, Alergi Susu Sapi (ASS) dan Intoleransi Laktosa (IL) adalah dua kondisi yang berbeda secara patofisiologi dan manifestasi klinis. Penting untuk membedakannya demi penanganan yang tepat.
| Karakteristik | Alergi Susu Sapi (ASS) | Intoleransi Laktosa (IL) |
|---|---|---|
| Penyebab | Reaksi imun terhadap protein susu sapi | Defisiensi enzim laktase, gangguan pencernaan laktosa |
| Mekanisme | Imunologis (IgE atau non-IgE) | Non-imunologis (gangguan pencernaan) |
| Gejala | Bisa melibatkan berbagai sistem (kulit, GI, respirasi, anafilaksis) | Terutama gejala gastrointestinal (GI) |
| Onset Gejala | Bisa cepat (menit-jam) atau lambat (jam-hari) | Biasanya beberapa jam setelah konsumsi laktosa |
| Jumlah Pemicu | Sedikit protein susu sapi sudah bisa memicu reaksi | Tergantung derajat defisiensi laktase |
ASS disebabkan oleh respons imun yang abnormal terhadap protein susu sapi. Protein utama yang sering menjadi alergen adalah kasein dan protein whey (laktalbumin, laktoglobulin). Mekanismenya dapat dibagi menjadi:
IL terjadi akibat defisiensi enzim laktase, yang berfungsi memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa agar dapat diserap. Jenis-jenis IL:
Laktosa yang tidak tercerna akan mencapai usus besar, difermentasi oleh bakteri usus, menghasilkan gas (hidrogen, metana, CO2) dan asam lemak rantai pendek. Ini menyebabkan peningkatan tekanan osmotik di lumen usus, menarik air, dan menimbulkan gejala GI.
Gejala ASS sangat bervariasi, tergantung pada mekanisme imunologisnya (IgE-mediated vs. non-IgE mediated) dan sistem organ yang terlibat.
Gejala IgE-mediated umumnya muncul cepat (menit hingga 2 jam) setelah pajanan, sedangkan non-IgE mediated muncul lambat (beberapa jam hingga beberapa hari).
Gejala IL umumnya terbatas pada saluran cerna dan muncul beberapa jam setelah mengonsumsi produk susu atau makanan mengandung laktosa.
Keparahan gejala tergantung pada jumlah laktosa yang dikonsumsi dan derajat defisiensi laktase.
Diagnosis ASS didasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Diagnosis IL juga didasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Beberapa kondisi dapat memiliki gejala yang mirip dengan ASS atau IL, sehingga penting untuk mempertimbangkan diagnosis banding:
Prinsip utama tatalaksana ASS adalah eliminasi protein susu sapi dari diet.
Prinsip utama tatalaksana IL adalah diet rendah laktosa atau bebas laktosa.
Jika tidak ditangani dengan baik, baik ASS maupun IL dapat menyebabkan komplikasi:
Mayoritas anak dengan ASS akan mengalami toleransi (sembuh) seiring bertambahnya usia. Tingkat resolusi bervariasi:
Faktor yang memengaruhi prognosis meliputi keparahan alergi awal dan kadar IgE spesifik.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi