Akut skrotum adalah kondisi kegawatdaruratan urologi yang ditandai dengan nyeri mendadak pada skrotum, disertai atau tanpa pembengkakan, kemerahan, atau gejala sistemik lainnya. Kondisi ini memerlukan evaluasi segera karena beberapa penyebabnya dapat menyebabkan kerusakan ireversibel pada testis jika tidak ditangani tepat waktu.
Penegakan diagnosis yang cepat dan akurat sangat krusial dalam kasus akut skrotum. Tujuannya adalah untuk membedakan kondisi yang memerlukan intervensi bedah segera (misalnya, torsio testis) dari kondisi yang dapat ditangani secara konservatif (misalnya, epididimitis atau torsio apendiks testis). Anamnesis, pemeriksaan fisik yang teliti, dan pemeriksaan penunjang yang tepat adalah kunci.
Beberapa poin penting dalam anamnesis dan pemeriksaan fisik meliputi:
Berikut adalah tabel perbandingan kondisi-kondisi tersering penyebab akut skrotum yang perlu Anda kuasai untuk UKMPPD:
| Karakteristik | Torsio Testis | Epididimitis Akut | Torsio Apendiks Testis/Epididimis | Hernia Inguinalis Inkarserata |
| Usia Puncak | Neonatus, pubertas (12-18 tahun) | Dewasa muda, dewasa tua | Anak pra-pubertas (7-12 tahun) | Segala usia, lebih sering pada bayi/lansia |
| Onset Nyeri | Mendadak, sering saat tidur/aktivitas ringan | Bertahap (beberapa jam-hari) | Mendadak, sering saat aktivitas | Mendadak, setelah mengejan/batuk |
| Karakter Nyeri | Hebat, konstan, menjalar ke inguinal/perut bawah | Sedang-berat, dapat menjalar ke inguinal | Ringan-sedang, terlokalisir | Hebat, disertai gejala obstruksi usus |
| Lokasi Nyeri Tekan | Testis (difus) | Epididimis (posterior testis) | Puncak testis/epididimis ("blue dot sign") | Massa inguinal/skrotum |
| Pembengkakan | Skrotum bengkak, kemerahan, testis terangkat/horizontal | Epididimis membesar, nyeri, eritema skrotum | Bengkak lokal kecil, testis normal | Massa keras, nyeri, tidak dapat direduksi |
| Refleks Kremaster | Absen/menurun | Normal/meningkat | Normal | Normal |
| Tanda Prehn | Negatif (nyeri tidak berkurang saat testis diangkat) | Positif (nyeri berkurang saat testis diangkat) | Negatif | Negatif |
| Demam/Gejala Sistemik | Mual, muntah (jarang demam awal) | Sering demam, menggigil, disuria, frekuensi BAK | Jarang | Mual, muntah, konstipasi, distensi abdomen |
| Pemeriksaan Penunjang Kunci | USG Doppler skrotum: Penurunan/tidak ada aliran darah testis | USG Doppler skrotum: Peningkatan aliran darah epididimis. Urinalisis: piuria, bakteriuria | USG Doppler skrotum: Massa hiperekoik kecil di kutub atas testis/epididimis dengan aliran darah normal/meningkat di sekitarnya | USG skrotum/inguinal: Usus di kantung hernia. Foto polos abdomen: gambaran obstruksi usus |
| Tatalaksana Singkat | Eksplorasi skrotum segera (dalam 6 jam), detorsio, orkidopeksi bilateral | Antibiotik (sesuai usia/faktor risiko), analgetik, kompres dingin, istirahat | Analgetik, anti-inflamasi, istirahat, kompres dingin (resolusi spontan) | Reposisi manual (jika memungkinkan), jika gagal/ada tanda strangulasi: herniorafi emergensi |

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi