Akut Skrotum

Nyeri skrotum mendadak? Jangan sepelekan! Kondisi akut skrotum adalah kegawatdaruratan urologi yang sering bikin mahasiswa kebingungan saat UKMPPD. Terlambat sedikit saja bisa berakibat fatal pada testis pasien, lho. Menguasai diagnosis banding dan tatalaksana yang tepat adalah kunci. Yuk, kuasai cara membedakan torsio testis dari epididimitis dan kondisi lain yang sering mengecoh!

Definisi

Akut Skrotum adalah suatu kondisi klinis yang ditandai dengan nyeri akut dan pembengkakan pada skrotum. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan urologi yang memerlukan evaluasi segera untuk membedakan antara penyebab yang memerlukan intervensi bedah (misalnya torsio testis) dan non-bedah.

Etiologi & Patofisiologi

Penyebab akut skrotum sangat beragam, namun yang paling penting untuk dibedakan adalah torsio testis dan epididimitis/orkitis.

  • Torsio Testis: Terjadi akibat puntiran funikulus spermatikus yang menyebabkan oklusi vaskular pada testis. Ini adalah kegawatdaruratan bedah karena iskemia testis dapat berujung pada nekrosis jika tidak ditangani dalam waktu 4-8 jam. Faktor risiko termasuk anomali anatomi seperti 'bell clapper deformity'.
  • Epididimitis Akut: Inflamasi epididimis, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Pada pria muda
  • Orkitis Akut: Inflamasi testis, seringkali akibat infeksi virus (misalnya Mumps/parotitis epidemika) atau penyebaran infeksi dari epididimis.
  • Torsio Apendiks Testis/Epididimis (Hidatid Morgagni): Puntiran apendiks testis/epididimis yang merupakan sisa embrionik. Lebih sering pada anak-anak.
  • Trauma Skrotum: Hematoma atau ruptur testis akibat cedera langsung.
  • Hernia Inguinalis Inkarserata/Stangulata: Isi hernia (usus/omentum) terjebak dan tidak dapat direduksi, menyebabkan nyeri dan pembengkakan di skrotum.

Manifestasi Klinis

Penting untuk membedakan kondisi penyebab akut skrotum berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Fitur KlinisTorsio TestisEpididimitis AkutOrkitis Akut
Onset NyeriMendadak, parahBertahap, sedang-parahBertahap, sedang
Lokasi NyeriTestis, bisa menjalar ke perut bawah/inguinalEpididimis, bisa menjalar ke testis/inguinalTestis
Usia PredileksiNeonatus, anak-anak, remaja (12-18 tahun)Pria dewasa muda (STD), pria tua (ISK)Anak-anak, dewasa muda (Mumps)
DemamJarangSering (ringan-sedang)Sering (sedang-tinggi)
Gejala ISK/STDTidak adaSering (disuria, frekuensi, riwayat STD)Jarang
Posisi TestisElevasi, horizontal (high-riding)Normal atau sedikit elevasiNormal atau sedikit elevasi
Refleks KremasterAbsen (sangat spesifik)AdaAda
Tanda PrehnNegatif (nyeri tidak berkurang dengan elevasi testis)Positif (nyeri berkurang dengan elevasi testis)Positif (nyeri berkurang dengan elevasi testis)
PembengkakanTestis bengkak, nyeri, kerasEpididimis bengkak, nyeri, bisa meluas ke testisTestis bengkak, nyeri, tegang
'Blue Dot Sign'Tidak adaTidak adaTidak ada
'Blue Dot Sign' (Torsio Apendiks)Mungkin ada (bintik kebiruan di kutub atas testis)Tidak adaTidak ada

Penegakan Diagnosis

Diagnosis akut skrotum didasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

  • Anamnesis: Riwayat onset nyeri, karakter nyeri, riwayat trauma, riwayat ISK/STD, riwayat parotitis.
  • Pemeriksaan Fisik: Inspeksi (warna kulit skrotum, posisi testis), palpasi (lokasi nyeri maksimal, konsistensi, ukuran testis/epididimis), pemeriksaan refleks kremaster, dan Tanda Prehn.
  • Pemeriksaan Penunjang:
    • Ultrasonografi Doppler Skrotum: Merupakan modalitas pencitraan pilihan utama.
      • Torsio Testis: Menunjukkan penurunan atau tidak adanya aliran darah intraparenkim testis pada sisi yang sakit, serta pembesaran testis.
      • Epididimitis/Orkitis: Menunjukkan peningkatan aliran darah pada epididimis dan/atau testis (hiperemia), serta pembesaran dan hipoekoik pada area yang meradang.
    • Urinalisis & Kultur Urine: Untuk mendeteksi infeksi saluran kemih pada kasus epididimitis.
    • Pemeriksaan STD: Jika dicurigai infeksi menular seksual (misalnya swab uretra untuk Chlamydia dan Gonorrhoeae).
    • Darah Lengkap: Leukositosis dapat mendukung diagnosis infeksi.

Diagnosis Banding

Beberapa kondisi yang perlu dipertimbangkan sebagai diagnosis banding akut skrotum:

  • Torsio Testis
  • Epididimitis Akut
  • Orkitis Akut
  • Torsio Apendiks Testis/Epididimis
  • Hernia Inguinalis Inkarserata/Strangulata
  • Trauma Testis (hematoma, ruptur)
  • Hidrokel Akut (jarang nyeri akut kecuali terinfeksi atau ruptur)
  • Tumor Testis (jarang nyeri akut kecuali ada perdarahan/nekrosis)

Tatalaksana

Tatalaksana disesuaikan dengan penyebab akut skrotum.

Torsio Testis

  • Kegawatdaruratan Bedah: Eksplorasi skrotum segera.
  • Detorsi Manual (jika memungkinkan): Dapat dicoba sambil menunggu operasi, memutar testis ke arah lateral (berlawanan arah jarum jam pada testis kanan, searah jarum jam pada testis kiri). Namun, ini bukan pengganti operasi.
  • Orchiopexy: Fiksasi testis ke dinding skrotum untuk mencegah kekambuhan, dilakukan pada testis yang terkena dan testis kontralateral.
  • Orchiectomy: Jika testis sudah nekrosis dan tidak dapat diselamatkan.

Epididimitis Akut

  • Antibiotik: Sesuai usia dan faktor risiko.
    • Pria
  • Analgesik/Antiinflamasi: NSAID (misalnya ibuprofen, diclofenac) untuk mengurangi nyeri dan inflamasi.
  • Tirah Baring & Elevasi Skrotum: Dengan penyangga skrotum untuk mengurangi edema dan nyeri.
  • Kompres Dingin.

Orkitis Akut

  • Viral (Mumps): Simtomatik (analgesik, kompres dingin, tirah baring).
  • Bakterial: Antibiotik sesuai kultur atau empiris, sama seperti epididimitis.

Torsio Apendiks Testis/Epididimis

  • Tatalaksana Konservatif: Analgesik, antiinflamasi, tirah baring, kompres dingin.
  • Eksplorasi Skrotum: Jika diagnosis tidak pasti dan tidak dapat dibedakan dari torsio testis.

Komplikasi

  • Infertilitas: Terutama pada torsio testis yang terlambat ditangani atau orkitis bilateral.
  • Atrofi Testis: Sering terjadi pada torsio testis yang tertangani, bahkan setelah detorsi berhasil.
  • Nekrosis Testis: Akibat iskemia berkepanjangan pada torsio testis, memerlukan orchiectomy.
  • Abses Skrotum/Sepsis: Pada epididimitis/orkitis yang tidak diobati adekuat.
  • Nyeri Kronis.

Prognosis

Prognosis akut skrotum sangat bergantung pada penyebab dan kecepatan penanganan.

  • Torsio Testis: Prognosis sangat baik jika detorsi dilakukan dalam 4-6 jam pertama. Tingkat penyelamatan testis menurun drastis setelah 8 jam.
  • Epididimitis/Orkitis: Umumnya baik dengan terapi antibiotik dan suportif yang adekuat. Komplikasi jangka panjang seperti infertilitas jarang terjadi kecuali pada kasus bilateral atau berulang yang parah.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds