Akut abdomen adalah keadaan darurat medis yang muncul tiba-tiba dengan keluhan nyeri perut sebagai gejala utama, dan memerlukan diagnosis cepat serta tindakan segera untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa. Berbeda dengan nyeri perut biasa yang mungkin hilang dengan sendirinya, akut abdomen memerlukan evaluasi klinis menyeluruh dan sering kali membutuhkan intervensi pembedahan.
Penyebab akut abdomen sangat beragam, tetapi beberapa kondisi paling sering dijumpai adalah apendisitis akut, obstruksi usus, hernia strangulata, perforasi ulkus peptik, pankreatitis akut, kolik renal, kolesistitis akut, kehamilan ektopik, dan ruptur aneurisma aorta. Memahami penyebab-penyebab ini penting karena setiap kondisi memiliki penatalaksanaan yang berbeda dan beberapa memerlukan operasi darurat.
Diagnosis akut abdomen dimulai dari pengumpulan informasi yang sistematis. Saat melakukan wawancara dengan pasien, Anda harus menggali beberapa aspek penting:
Karakteristik nyeri adalah kunci pertama. Tanyakan kapan nyeri mulai, apakah tiba-tiba atau bertahap, lokasi nyeri awal dan sekarang, sifat nyeri (kolik atau terus-menerus), dan apa yang memperburuk atau meredakan. Nyeri yang kolik (kram) sering menunjukkan obstruksi usus atau kolik batu, sedangkan nyeri yang konstan dapat menunjukkan peritonitis atau peradangan.
Gejala saluran cerna seperti muntah, diare, atau konstipasi memberikan petunjuk penting tentang fungsi usus. Muntah sebelum nyeri perut berbeda maknanya dengan muntah sesudahnya.
Riwayat medis dan personal sangat relevanâapakah pasien pernah operasi perut sebelumnya (risiko perlengketan usus), penyakit kronis, atau sedang mengonsumsi obat tertentu.
Untuk pasien perempuan, jangan lupa menanyakan siklus menstruasi terakhir dan kemungkinan kehamilan, karena kehamilan ektopik dapat menyerupai akut abdomen lainnya.
Pemeriksaan fisik harus dilakukan secara sistematis dengan urutan inspeksi, auskultasi, perkusi, dan palpasi (perhatian: urutan ini berbeda dari pemeriksaan abdomen biasa, karena Anda perlu mendengarkan bising usus sebelum palpasi yang dapat mengubahnya).
Inspeksi mencakup melihat bentuk dan gerakan perut. Adanya distensi (perut kembung) menunjukkan gas atau cairan dalam rongga perut. Gerak perut saat bernafas yang tidak normal atau peristaltik yang terlihat jelas dapat menunjukkan obstruksi usus.
Auskultasi menilai bising usus. Bising usus normal terdengar 5-30 kali per menit. Meningkatnya frekuensi dan nada tinggi menunjukkan usus yang "gelisah" (seperti pada obstruksi awal), sementara menghilangnya bising usus adalah tanda serius yang menunjukkan peritonitis atau paralisis ileus.
Perkusi membantu mendeteksi cairan atau gas. Hilangnya bunyi hati (dullness) di area biasanya berbunyi "gong" menunjukkan cairan bebas (asites atau darah). Sebaliknya, tympanisme di seluruh abdomen menunjukkan banyak gas dalam usus.
Palpasi adalah bagian paling penting. Mulai dari area yang tidak sakit, palpasi ringan terlebih dahulu untuk mendeteksi nyeri dan lokasi tepatnya. Nyeri tekan lokal menunjukkan lesi setempat, sementara nyeri tekan difus menunjukkan peritonitis.
Beberapa tanda spesifik penting diketahui:
Setelah anamnesis dan pemeriksaan fisik memberikan gambaran klinis awal, pemeriksaan penunjang membantu menegakkan diagnosis spesifik.
Laboratorium meliputi:
Radiografi tradisional masih berguna:
Ultrasonografi (USG) sangat berguna karena non-invasif, murah, dan tidak menggunakan radiasi. USG sangat akurat untuk mendeteksi batu empedu, asites, dan beberapa kelainan pankreatitis.
CT scan memberikan gambaran detail tiga dimensi dan sangat sensitif untuk mendeteksi banyak kondisi akut abdomen, terutama pada pasien dengan gambaran klinis tidak jelas.
MRCP, ERCP, PTC adalah prosedur khusus untuk mengevaluasi dan mengobati masalah saluran empedu atau pankreas.
Penatalaksanaan akut abdomen tergantung pada diagnosis kerja yang dibuat dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Operasi darurat harus dilakukan segera ketika ditemukan:
Operasi elektif dilakukan untuk kondisi stabil yang sudah terdiagnosis jelas tetapi memerlukan koreksi bedah, seperti hernia reponibel atau beberapa kasus kolesistitis.
Persiapan pre-operatif meliputi:
Gejala klasik adalah kolik bilierânyeri tajam, tiba-tiba, biasanya di epigastrium atau hipokondrium kanan, sering dipicu oleh makanan berlemak. Nyeri dapat menjalar ke punggung atau bahu kanan. Tidak seperti "kolik" ureter yang berupa kram, kolik bilier adalah nyeri konstan yang bertahan 30 menit hingga beberapa jam.
Ketika batu menyumbat saluran empedu umum, dapat terjadi:
USG adalah pemeriksaan pilihan utamaâsangat sensitif mendeteksi batu dalam kantung (sensitivitas >90%), murah, dan aman.
Cholangiografi oral menggunakan kontras oral untuk memvisualisasikan saluran empedu, tetapi jarang digunakan sekarang karena USG lebih akurat.
ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography) adalah prosedur terapeutikâendoskop dimasukkan sampai ampula vater, kontras disuntikkan, dan batu dapat diangkat dengan sfingterotomi.
PTC (Percutaneous Transhepatic Cholangiography) untuk kasus di mana ERCP tidak berhasil, dengan jarum ditusukkan langsung ke dalam sistem empedu melalui kulit.
CT scan berguna ketika diagnosis tidak jelas atau dicurigai adanya komplikasi.
Untuk batu dalam kantung tanpa gejala: observasi saja, karena risikonya rendah.
Untuk kolik bilier simptomatik:
Untuk batu di saluran empedu umum (choledocholithiasis):
Untuk cholecystitis akut (kantung empedu yang meradang, biasanya dari batu yang menyumbat):
Untuk cholangitis (infeksi saluran empedu):
Hernia inguinalis lateral (indirekta) adalah yang paling seringâmelewati kanalis inguinalis melalui anulus inguinalis internus. Disebut "indirekta" karena jalannya tidak langsung melalui dinding perut tetapi mengikuti saluran natural yang ada.
Hernia inguinalis medialis (direkta) menonjol langsung melalui fascia inguinalis medialis, di area segitiga Hesselbach (terbatas oleh ligamen jauh, pembuluh epigastrika, dan otot rektus). Hernia ini lebih umum pada laki-laki tua karena weakening dinding otot.
Hernia femoralis melewati anulus femoralis, di bawah ligamen inguinalis. Lebih sering pada perempuan dan lebih berisiko untuk inkarserasi karena lubang yang ketat.
Hernia reponibel adalah yang dapat "didorong balik" ke dalam perut tanpa kesulitan. Pasien biasanya tidak memiliki gejala selain benjolan yang menonjol saat berdiri atau mengejan, dan menghilang saat berbaring.
Hernia irreponibel tidak dapat didorong kembali, tetapi masih memiliki sirkulasi darah yang cukup. Tidak ada gejala urgen, tetapi ada risiko menjadi inkarserata.
Hernia inkarserata adalah hernia yang terperangkap dan tidak dapat kembali ke tempat asalnya, menyebabkan nyeri dan pembengkakan lokal. Ini memerlukan operasi segera untuk mencegah gangguan vaskular.
Hernia strangulata adalah komplikasi paling seriusâgangguan vaskular pada organ/jaringan dalam hernia menyebabkan iskemia dan nekrosis. Pasien mengalami nyeri berat mendadak, mual, muntah, dan tanda-tanda syok. Ini adalah kondisi darurat pembedahan.
Untuk membedakan inkarserasi dari strangulasi secara klinis: inkarserasi tanpa strangulasi memberikan gejala lokal, sementara strangulasi memberikan gejala sistemik (demam, takikardia, syok) karena nekrosis jaringan.
Hernia reponibel: operasi elektif dilakukan untuk mencegah komplikasi. Tidak perlu segera, tetapi pasien harus mengerti risiko dan diberi kesempatan memilih waktu operasi.
Hernia irreponibel: operasi elektif juga dilakukan karena terus ada risiko inkarserasi.
Hernia inkarserata atau strangulata: operasi darurat harus dilakukan sesegera mungkinâsetiap jam menunggu meningkatkan risiko kematian jaringan. Resusitasi cairan dan antibiotik diberikan sambil mempersiapkan operasi.
Operasi hernia melibatkan reduksi (mengembalikan isi hernia ke tempat asalnya) dan perbaikan defek dinding, baik dengan jahitan primer atau menggunakan mesh untuk mengurangi tingkat rekurensi.
Catatan tambahan tentang presentasi klinis:
Sebuah trik klinis yang berguna: pada hernia femoralis, jika Anda merasa benjolan di bawah ligamen inguinalis (di area femoral triangle), sangat kemungkinan adalah hernia femoralis. Pada hernia inguinalis, benjolan berada di atas ligamen inguinalis. Diferensiasi ini penting karena hernia femoralis memiliki risiko strangulasi yang lebih tinggi meskipun ukurannya lebih kecil, karena ring yang ketat.
Untuk menguasai topik akut abdomen dan penyakit digestif ini, pastikan Anda dapat:
Aspek yang paling penting dan sering membuat mahasiswa bingung adalah membedakan antara inkarserasi, strangulasi, dan irreponibilitasâingat bahwa strangulasi adalah keadaan darurat dengan gangguan vaskular, sementara inkarserasi hanya terperangkap tanpa harus ada gangguan darah. Keadaan urgensi berbeda, begitu juga prognosisnya.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi