Empat faktor utama yang berperan dalam patogenesis Akne Vulgaris adalah:
Lesi Akne Vulgaris bersifat polimorfik dan dapat ditemukan di area sebasea seperti wajah, leher, dada, dan punggung.
Klasifikasi Akne Vulgaris umumnya didasarkan pada jenis dan jumlah lesi, yang membantu dalam menentukan tatalaksana.
| Derajat | Karakteristik Klinis | Contoh Lesi Dominan |
| Ringan | Komedo dominan, sedikit papul/pustul. | Komedo terbuka/tertutup, < 10 papul/pustul. |
| Sedang | Komedo, papul, pustul, mungkin ada beberapa nodul. | 10-40 papul/pustul, beberapa nodul. |
| Berat | Banyak papul, pustul, nodul, dan/atau kista. Berisiko tinggi skar. | > 40 papul/pustul, banyak nodul/kista. |
Diagnosis Akne Vulgaris ditegakkan secara klinis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Tatalaksana Akne Vulgaris disesuaikan dengan derajat keparahan dan respons pasien.
Pilihan utama untuk akne ringan hingga sedang.
Diindikasikan untuk akne sedang hingga berat, atau akne yang tidak responsif terhadap terapi topikal.
Akne vulgaris yang tidak tertangani dengan baik atau parah dapat menyebabkan komplikasi:
Prognosis Akne Vulgaris umumnya baik dengan tatalaksana yang tepat, meskipun seringkali memerlukan terapi jangka panjang dan pemeliharaan. Edukasi pasien sangat penting:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi