Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) adalah suatu sindrom inflamasi paru akut yang ditandai oleh kerusakan membran alveolo-kapiler difus, menyebabkan peningkatan permeabilitas vaskular paru, edema paru non-kardiogenik, dan hipoksemia berat yang refrakter terhadap terapi oksigen standar.
ARDS dapat disebabkan oleh cedera paru langsung (direct lung injury) atau tidak langsung (indirect lung injury).
Patofisiologi ARDS melibatkan serangkaian kejadian kompleks:
Gejala ARDS biasanya muncul dalam 24-72 jam setelah cedera pemicu.
Diagnosis ARDS ditegakkan berdasarkan empat kriteria utama:
Opasitas bilateral pada Rontgen toraks atau CT-scan yang tidak sepenuhnya dijelaskan oleh efusi, atelektasis, atau nodul. Opasitas ini sering digambarkan sebagai 'ground-glass opacity' atau infiltrat difus.
Gagal napas tidak sepenuhnya dijelaskan oleh gagal jantung atau kelebihan cairan. Jika tidak ada faktor risiko ARDS yang jelas, diperlukan penilaian objektif (misalnya, ekokardiografi) untuk menyingkirkan edema paru kardiogenik.
Penilaian rasio PaO2/FiO2 (P/F ratio) dengan PEEP (Positive End-Expiratory Pressure) atau CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) ≥ 5 cmH2O.
Tatalaksana ARDS bersifat suportif dan berfokus pada manajemen ventilasi serta penanganan penyakit dasar.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi