Abses leher dalam adalah infeksi bakteri supuratif (bernanah) akut yang terjadi pada salah satu atau beberapa ruang potensial di leher, yang dibatasi oleh fasia servikalis.
Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis karena dapat menyebabkan obstruksi jalan napas, sepsis, dan komplikasi fatal lainnya.
Penyebab abses leher dalam umumnya berasal dari infeksi di area kepala dan leher yang menyebar. Beberapa penyebab tersering meliputi:
Bakteri penyebab umumnya polimikroba, sering melibatkan bakteri aerob (misalnya Streptococcus spp., Staphylococcus aureus) dan anaerob (misalnya Bacteroides spp., Peptostreptococcus spp.).
Pemahaman anatomi ruang leher dalam sangat penting karena menentukan arah penyebaran infeksi dan manifestasi klinis. Ruang-ruang utama meliputi:
Abses leher dalam dimulai ketika infeksi dari fokus primer (misalnya gigi, tonsil) menyebar ke ruang potensial di leher. Penyebaran ini difasilitasi oleh struktur fasia servikalis yang membentuk batas-batas ruang tersebut.
Gejala bervariasi tergantung lokasi abses, namun beberapa gejala umum meliputi:
Gejala spesifik berdasarkan lokasi abses:
| Lokasi Abses | Manifestasi Khas |
|---|---|
| Peritonsil | Odinofagia berat, disfagia, trismus, uvula terdorong ke sisi kontralateral, 'hot potato voice'. |
| Retrofaring | Disfagia, odinofagia, stridor (tanda obstruksi jalan napas), tortikolis, nyeri saat menelan, pembengkakan di dinding faring posterior. |
| Parafaring | Trismus (paling khas), pembengkakan sudut mandibula, disfagia, nyeri leher lateral, deviasi uvula. |
| Submandibula (Ludwig's Angina) | Pembengkakan dan indurasi dasar mulut bilateral, elevasi lidah, drooling, nyeri, stridor (tanda kegawatan jalan napas). |
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Beberapa kondisi lain dapat menyerupai abses leher dalam:
Tatalaksana abses leher dalam merupakan kegawatdaruratan dan memerlukan pendekatan multidisiplin.
Abses leher dalam dapat menyebabkan komplikasi serius dan mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat:
Prognosis abses leher dalam umumnya baik jika diagnosis ditegakkan secara dini dan tatalaksana yang tepat (terutama drainase bedah dan antibiotik IV) segera diberikan.
Namun, mortalitas dapat meningkat secara signifikan jika terjadi komplikasi serius seperti obstruksi jalan napas, mediastinitis, atau sepsis yang terlambat ditangani.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi