AHA lebih sering ditemukan di daerah tropis dan subtropis dengan sanitasi buruk.
Faktor risiko meliputi:
Infeksi dimulai dengan konsumsi kista E. histolytica melalui makanan atau air yang terkontaminasi.
Kista akan bereksistasi menjadi trofozoit di usus halus dan kemudian bermultiplikasi di usus besar.
Trofozoit dapat menginvasi mukosa usus, menyebabkan kolitis ameba (disentri ameba).
Melalui sistem portal, trofozoit dapat mencapai hati, di mana mereka menyebabkan nekrosis hepatosit dan pembentukan abses.
Abses biasanya soliter dan lebih sering di lobus kanan hati.
Gejala AHA seringkali berkembang perlahan selama beberapa minggu hingga bulan.
Keluhan utama meliputi:
Laboratorium:
Pencitraan:
Penting untuk membedakan AHA dari kondisi lain yang memiliki manifestasi klinis serupa. Berikut perbandingan beberapa diagnosis banding utama:
| Fitur | Abses Hati Amuba (AHA) | Abses Hati Piogenik (AHP) | Kista Hidatid | Karsinoma Hepatoseluler (KHS) |
| Etiologi | Entamoeba histolytica | Bakteri (E. coli, Klebsiella, dll.) | Echinococcus granulosus | Hepatitis B/C kronis, sirosis |
| Demam | Sering, tinggi | Sering, tinggi, menggigil | Jarang, kecuali ruptur/infeksi sekunder | Jarang, kecuali nekrosis/infeksi |
| Nyeri KKA | Ya, nyeri tumpul hingga tajam | Ya, nyeri hebat | Jarang, kecuali ukuran besar/ruptur | Bisa ada, nyeri tumpul |
| Jumlah Lesi | Umumnya soliter (lobus kanan) | Sering multipel | Soliter atau multipel | Soliter atau multipel |
| USG/CT | Lesi hipoechoic, dinding ireguler, "anchovy paste" pada aspirasi | Lesi hipoechoic/heterogen, sering dengan septa/gas | Kista berdinding tebal, kista anak (daughter cysts), "water lily sign" | Massa padat, enhancement pada fase arteri, "washout" pada fase vena |
| Serologi | Positif (anti-E. histolytica) | Negatif | Positif (anti-Echinococcus) | AFP meningkat (pada sebagian kasus) |
| Aspirasi | Cairan kental coklat kemerahan (anchovy paste), steril pada kultur bakteri | Pus kental, berbau, positif kultur bakteri | Cairan jernih, "hydatid sand" | Biopsi untuk histopatologi |
Tatalaksana AHA meliputi terapi obat antiparasit dan, jika diperlukan, drainase abses.
Terapi Farmakologis:
Drainase Abses (Non-Farmakologis):
Komplikasi AHA dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan baik.
Yang paling sering adalah ruptur abses ke organ sekitar:
Komplikasi lain: infeksi sekunder bakteri pada abses, septikemia.
Edukasi pasien dan masyarakat sangat penting untuk mencegah penyebaran amebiasis.
Poin-poin penting meliputi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi