Aspek Histologis Dan Biokimiawi Gingiva

Materi ini membahas aspek histologis dan biokimiawi gingiva, meliputi struktur gingiva bebas, cekat, dan interdental, serta sulkus gingiva yang ideal untuk pertumbuhan bakteri. Dijelaskan pula komposisi epitelnya (keratinisasi/non-keratinisasi) dan peran kelenjar saliva minor dalam perlindungan mukosa. Pembahasan juga mencakup cairan krevikular gingiva (GCF) dan peningkatannya saat peradangan, serta bagaimana semua komponen ini berkontribusi pada kesehatan dan patologi gingiva.

Gingiva

Pada mukosa mulut, gingiva mengelilingi servikal gigi dan meluas secara apikal ke persimpangan mukogingiva. Gingiva dibagi menjadi tiga zona yaitu sebagai berikut:

  • Zona bebas atau marjinal → menyelubungi akar gigi dan menentukan area sulkus gingiva;
  • Gingiva cekat → bagian epitel yang melekat pada leher gigi melalui epitel fungsional;
  • Zona interdental (groove/lekukan) → area antara dua gigi yang berdekatan di bawah titik kontaknya.

Gingiva bebas dan gingiva cekat memiliki alur yang tidak jelas pada permukaan epitel yang memisahkannya. Alur ini disebut sebagai alur gingiva bebas.

 

Struktur Histologis

Gingiva bebas terikat pada batas dalam oleh sulkus gingiva, batas luar oleh rongga mulut, dan permukaan luar oleh alur gingiva bebas. Gingiva cekat terletak berdekatan dengan gingiva bebas dan dipisahkan dari mukosa alveolar oleh sambungan mukogingiva. Gingiva bebas dan gingiva cekat merupakan epitel mukosa keratinisasi, tetapi epitel mukosa alveolar termasuk nonkeratinisasi. Gingiva cekat memiliki garis-garis karena tempat perlekatan pada tulang alveolar yang mendasarinya, sedangkan gingiva bebas memiliki permukaan yang halus. Epitel fungsional adalah fitur unik dari gingiva cekat.

Sulkus Gingiva

Sulkus gingiva merupakan celah berbentuk V yang mengelilingi setiap gigi yang dibatasi oleh permukaan gigi di satu sisi dan epitel yang melapisi margin bebas gingiva di sisi lain. Anatomi sulkus gingiva sangat ideal untuk pertumbuhan bakteri karena berperan terhadap tindakan pembersihan saliva dan melindungi jaringan periodontal. Cairan krevikular gingiva yang terdapat di dalam sulkus menyediakan sumber nutrisi yang kaya untuk mikroorganisme. 

Vaskularisasi dan Inervasi

Kelenjar Saliva Minor

Kelenjar saliva memiliki unit fungsional berupa alveolus atau asinus. Asinus adalah sekelompok sel piramidal yang menghasilkan sekresi ke dalam saluran pengumpul akhir. Kelenjar saliva mayor dan minor terdiri dari banyak asinus yang tersebar dalam lobulus dan lobus. Setiap tipe sel menghasilkan jenis sekresi yang berbeda yang terdiri dari sel serosa dan mukus. Sekresi sel serosa berkonsistensi encer, sedangkan sel mukus menghasilkan sekresi yang kental. Kelenjar saliva minor dianggap penting dalam fungsi pelindung dan pelumas mukosa karena komposisi air liurnya yang membentuk biofilm gigi dan mencegah kolonisasi mikroorganisme, infeksi, serta berperan dalam mekanisme perlindungan mukosa mulut dan permukaan email.

 

Komponen Biokimiawi

Rentang Perubahan

Peradangan dapat memiliki pengaruh langsung terhadap produksi GCF. Pada jaringan periodontal dan gingiva yang meradang, laju aliran GCF meningkat karena gradien osmotik yang lebih besar tercipta dan cairan mengalir melintasi membran basal yang melemah.

Concept Pages

Berlangganan untuk Melanjutkan Membaca

Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds