Koas, atau co-assistant, adalah tahap pendidikan klinik yang harus dijalani mahasiswa kedokteran setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Pada tahap ini, mahasiswa tidak lagi hanya belajar di kelas, tetapi mulai terjun langsung ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan untuk belajar praktik medis secara nyata. Selama masa koas, mahasiswa akan berpindah-pindah bagian (rotasi), seperti rawat inap, rawat jalan, hingga unit gawat darurat. Mereka belajar dengan cara mengamati, membantu dokter, dan berinteraksi langsung dengan pasien di bawah pengawasan tenaga medis yang lebih senior. Tujuan utama koas adalah agar calon dokter memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap profesional, dan kemampuan komunikasi yang baik sebelum benar-benar menjadi dokter. Masa koas menjadi jembatan penting dari dunia pendidikan menuju praktik medis sesungguhnya.
Mediko.id merupakan platform try out kedokteran untuk UKMPPD dan PPDS. Yuk! Cari tahu fitur try out UKMPPD & PPDS, kelebihan, kekurangan, dan kapan Mediko.id cocok digunakan
Masuk ruang operasi bukan cuma soal teknik bedah. Pahami 4 tahapan anestesi, dari induksi hingga overdose, agar prosedur aman dan bebas risiko

Apapun sakitnya, paracetamol obatnya. Mungkin inilah moto beberapa mahasiswa kedokteran di Indonesia. Namun, penting untuk memahami bahwa ada lebih dari sekadar paracetamol dalam penanganan nyeri. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang klasifikasi obat analgesik atau antinyeri, termasuk mekanisme kerjanya dan dosis yang tepat.

Virus herpes adalah virus DNA untai ganda yang termasuk dalam famili Herpesviridae dan terbagi menjadi tiga subkelas yaitu alfa, beta, dan gamma.
Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi